Tabel Tumbuh Kembang Anak Menurut WHO, Bunda Harus Tahu!

Alifia Salsabila

Tabel Tumbuh Kembang Anak

Pertumbuhan fisik dan perkembangan mental anak terjadi sangat cepat di masa awal kehidupannya. Deteksi dini terhadap potensi keterlambatan sangat krusial, dan di sinilah tabel tumbuh kembang anak memainkan peran utamanya. Tabel ini dirancang untuk membantu Bunda memantau apakah anak mencapai milestone pada waktu yang tepat. Simak tulisan ini sampai selesai ya!

Parameter yang Dipantau dalam Tabel Tumbuh Kembang Anak

Setiap orang tua pastinya akan memberikan yang terbaik untuk anaknya, termasuk dalam hal pertumbuhan dan perkembangannya. Meskipun setiap anak memiliki timeline yang berbeda, bukan berarti sebagai orang tua harus abai dengan perkembangan si kecil. Justru adanya perbedaan dengan anak-anak lain, bisa menjadi bahan evaluasi orang tua dalam memberikan stimulasi dan asupan bagi anak.

Memantau tumbuh kembang anak adalah langkah penting bagi orang tua dalam memastikan si Kecil tumbuh secara sehat dan optimal. Salah satu alat yang bisa membantu Bunda dalam hal ini adalah tabel tumbuh kembang anak. Ada beberapa parameter yang perlu diperhatikan, yaitu:

1. Berat Badan

Berat badan merupakan salah satu parameter yang sering diukur dari mulai anak lahir. Berat badan juga menjadi acuan yang menunjukkan tumbuh kembang anak sehat dan optimal. Anak-anak yang memiliki berat badan sehat, lebih rendah risiko terkena penyakit.

Ada beberapa faktor yang memengaruhi berat badan anak seperti tingkat aktivitas fisik, genetik, faktor lingkungan, dan pola makan. Makanan dengan nutrisi lengkap dan seimbang akan membantu si Kecil memiliki berat badan yang ideal.

Dari jurnal World Health Organization (WHO), bayi yang sehat mengalami kenaikan berat badan sekitar 150-200 gram per minggu dalam enam bulan pertama.

USIABERAT (Kg)
1 Tahun7,5-12 kg
2 Tahun9,7-15,3 kg
3 Tahun11,3-18,3 kg
4 Tahun12,7-21,2 kg
5 Tahun13,7-24,9 kg
Berat Badan Anak Laki-Laki yang Ideal Menurut WHO
USIABERAT (kg)
1 Tahun7-11 kg
2 Tahun9-14,8 kg
3 Tahun10,8-18,1 kg
4 Tahun12,3-21,5 kg
5 Tahun13,7-24,9 kg
Berat Badan Anak Perempuan yang Ideal Menurut WHO

2. Tinggi Badan

Tinggi badan juga menjadi parameter penting yang harus diperhatikan dalam proses tumbuh kembang anak. Meskipun sering dikaitkan dengan genetik, namun tinggi badan juga dipengaruhi oleh asupan nutrisi. Anak yang mendapat asupan nutrisi lengkap akan lebih sehat dan mengalami pertumbuhan tinggi badan yang stabil.

Memantau tinggi badan anak juga dapat mengidentifikasi masalah kesehatan dan pertumbuhan sejak dini. Adapun WHO memiliki standar tinggi badan anak yang sehat,sehingga bisa dijadikan acuan untuk memantau pertumbuhan si Kecil.

USIATINGGI (cm)
1 Tahun72-78 cm
2 Tahun82-92 cm
3 Tahun83-95 cm
4 Tahun84-97 cm
5 Tahun85-98 cm
Tinggi Badan Anak Laki-Laki yang Ideal Menurut WHO
USIATINGGI (cm)
1 Tahun70-78 cm
2 Tahun80-92 cm
3 Tahun82-95 cm
4 Tahun83-97 cm
5 Tahun84-98 cm
Tinggi Badan Anak Perempuan yang Ideal Menurut WHO

3. Lingkar Kepala

Selain tinggi dan berat badan, mengukur lingkar kepala anak juga menjadi salah satu upaya dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan anak. Lingkar kepala yang terlalu kecil atau besar bisa menjadi salah satu indikasi adanya masalah pada anak.

Ukuran lingkar kepala anak dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti nutrisi, genetik, dan lingkungan.

USIALingkar Kepala PerempuanLingkar Kepala Laki-Laki
1 Tahun44,9-47,0 cm46,1-48,1 cm
2 Tahun47,2-48,4 cm48,3-49,4 cm
3 Tahun48,5-49,3 cm49,5-50,2 cm
4 Tahun49,3-49,9 cm50,2-50,7 cm
5 Tahun49,9 cm50,7 cm

Cara Memahami Grafik Tumbuh Kembang Anak

Grafik tumbuh kembang anak merupakan panduan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk memantau pertumbuhan, kesehatan, serta kecukupan gizi anak. Adapun standar yang digunakan yaitu:

  • Berat badan menurut umur (BB/U)
  • Tinggi/panjang badan menurut umur (TB/U atau PB/U)
  • Berat badan menurut tinggi badan (BB/TB)
  • Indeks massa tubuh menurut umur (IMT/U)

Standar tersebut sering digunakan sebagai parameter atau acuan dalam memantau tumbuh kembang anak usia 0-5 tahun. Umumnya, pengukuran ini dilakukan setiap bulan untuk menilai perkembangan si bayi. Lalu bagaimana cara membaca grafik pertumbuhan anak?

1. Berat Badan Menurut Usia

Tabel Tumbuh Kembang Anak
(Grafik pertumbuhan berat badan menurut usia untuk anak laki-laki)

Adapun keterangan setiap garis kurva pada grafik tersebut sebagai berikut:

  • Garis z-score 0 menunjukkan berat badan rata-rata anak baik.
  • Garis z-score –1 hingga –2 menunjukkan berat badan di bawah rata-rata tapi masih normal.
  • Garis z-score < –2 menunjukkan berat badan kurang (underweight).
  • Garis z-score < –3 menunjukkan berat badan sangat kurang (severely underweight).
  • Garis z-score +1 hingga +2 menunjukkan berat badan di atas rata-rata, masih normal.

2. Tinggi Badan Menurut Usia

Tabel Tumbuh Kembang Anak
(Grafik pertumbuhan tinggi badan menurut usia untuk anak laki-laki)

Adapun keterangan setiap garis kurva pada grafik tersebut sebagai berikut:

  • Garis z-score 0 menunjukkan rata-rata panjang badan anak baik.
  • Garis z-score +1, +2, +3 menunjukkan panjang badan di atas rata-rata, tapi masih normal.
  • Garis z-score –1, –2 menunjukkan panjang badan di bawah rata-rata, tapi masih normal.
  • Garis z-score < –2 menunjukkan anak tergolong pendek (stunted).
  • Garis z-score < –3 menunjukkan anak tergolong sangat pendek (severely stunted).
  • Garis z-score > +3 menunjukkan anak tergolong tinggi.

3. Berat Badan Menurut Tinggi

Tabel Tumbuh Kembang Anak
(Grafik pertumbuhan berat badan menurut tinggi badan untuk anak laki-laki)

Adapun keterangan setiap garis kurva pada grafik tersebut sebagai berikut:

  • Garis z-score 0 menunjukkan berat badan rata-rata anak sehat untuk tinggi badan tertentu
  • Garis z-score +1, +2, +3 menunjukkan berat badan di atas rata-rata, masih dalam batas normal
  • Garis z-score –1, –2 menunjukkan berat badan di bawah rata-rata, masih dalam batas normal
  • Garis z-score < –2 menunjukkan anak tergolong gizi kurang (underweight atau wasting)
  • Garis z-score < –3 menunjukkan anak tergolong gizi buruk (severe wasting)
  • Garis z-score > +2 menunjukkan anak berisiko kelebihan berat badan (overweight)

4. Indeks Massa Tubuh (IMT) Menurut Usia

Tabel Tumbuh Kembang Anak
(contoh grafik pertumbuhan indeks massa tubuh (IMT) menurut umur)

Adapun keterangan setiap garis kurva pada grafik tersebut sebagai berikut:

  • Garis z-score 0 menunjukkan nilai IMT rata-rata anak sehat.
  • Garis z-score –1 hingga –2 menunjukkan IMT masih dalam kategori normal.
  • Garis z-score < –2 menunjukkan anak berisiko gizi kurang (underweight atau wasting).
  • Garis z-score < –3 menunjukkan gizi buruk (severe wasting).
  • Garis z-score +2 hingga +3 menunjukkan risiko kelebihan berat badan (overweight).
  • Garis z-score > +3 menunjukkan IMT tergolong obesitas.

5. Lingkar Kepala

Tabel Tumbuh Kembang Anak
(contoh grafik pertumbuhan lingkar kepala menurut umur untuk anak laki-laki)

Adapun keterangan setiap garis kurva pada grafik tersebut sebagai berikut:

  • Garis z-score 0 menunjukkan ukuran rata-rata lingkar kepala anak sehat.
  • Garis z-score –1 hingga –2 menunjukkan lingkar kepala masih dalam rentang normal bawah.
  • Garis z-score +1 hingga +2 menunjukkan lingkar kepala masih dalam rentang normal atas.
  • Garis z-score < –2 menunjukkan kemungkinan mikrosefali (ukuran kepala terlalu kecil).
  • Garis z-score > +2 menunjukkan kemungkinan makrosefali (ukuran kepala terlalu besar).

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar

Konsultasi Seputar Vitameal, Chat Langsung Aja...
//
CS Minvi
Online
|
//
Order Sekarang