6 Jenis Kelainan Tulang pada Anak, Orang Tua Harus Tau!

Alifia Salsabila

menjaga kepadatan tulang dan kelenturan sendi

Pertumbuhan anak merupakan proses penting yang menentukan kualitas kesehatan mereka di masa depan. Salah satu aspek yang sering terlupakan yaitu kelainan tulang pada anak. Padahal kondisi ini dapat memengaruhi postur tubuh, kemampuan bergerak, hingga rasa percaya diri anak.

Kelainan tulang bisa bersifat bawaan maupun berkembang seiring waktu akibat faktor gizi, kebiasaan,atau penyakit tertentu. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui jenis-jenis kelainan tulang pada anak dan tips untuk mengatasi masalah tersebut.

Kelainan Tulang yang Umum Menyerang Anak

Kelainan tulang akan berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, mengetahui jenis-jenis kelainan tulang pada anak akan membantu Bunda dalam mencegah dan memberikan penanganan yang tepat. Berikut ini adalah kelainan tulang yang paling sering terjadi pada anak-anak:

1. Penyakit Paget

Penyakit paget merupakan kelainan yang dapat memengaruhi pembentukan tulang pada anak. Saat proses pembentukannya, tulang akan diserap dan diganti dengan tulang baru. Namun, pada penyakit paget, tulang akan diserap lebih banyak dari biasanya. Meskipun tulang secara alami akan beradaptasi dengan kondisi tersebut, namun hal ini justru akan menyebabkan tumbuhnya tulang abnormal, lemah, dan cacat.

Anak yang memiliki penyakit tersebut akan sering merasa nyeri tulang dan sendi di seluruh tubuh. Kelainan ini akan membuat tulang belakang mudah melengkung dan rentan patah.

Penyakit ini bisa muncul saat bayi atau anak anak. Pada usia 12-17 tahun, gejala yang datang akan lebih jelas seperti sakit kepala, deformitas tulang, kehilangan pendengaran, kaki tertekuk, tulang belakang melengkung, patah tulang, nyeri tulang dan sendi.

2. Osteogenesis Imperfecta

Osteogenesis imperfecta (OI) merupakan kelainan tulang karena faktor genetik, yang membentuk tulang lemah. Kelainan ini bisa terjadi karena penderitanya tidak memiliki cukup kolagen di tulang mereka, atau memiliki kolagen namun tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Kelainan ini bisa terjadi pada anak-anak dengan beberapa gejala seperti tubuh pendek, sakit tulang, deformitas tulang, gigi rapuh, patah tulang, kelonggaran sendi, dan gigi rapuh.

3. Skoliosis

kelainan tulang pada anak

Skoliosis adalah kelainan bentuk tulang belakang. Penderitanya memiliki tulang belakang yang terlalu melengkung dari sisi ke sisi, sehingga membentuk huruf S atau C.

Kelainan ini bisa terjadi sejak lahir. Namun, tidak jarang juga skoliosis terjadi pada seseorang yang terkena infeksi, cedera, atau tumor. Umumnya, kondisi seperti ini terjadi pada anak usia 10-18 tahun dan cenderung lebih sering menyerang perempuan dibandingkan laki-laki.

Adapun gejala umum pada penderita skoliosis yaitu perbedaan tinggi bahu, kepala tidak simetris di tengah, perbedaan tinggi posisi pinggul, perbedaan tinggi posisi tulang belikat, perbedaan tinggi punggung saat anak membungkuk, perbedaan panjang lengan saat menggantung.

4. Kifosis

Kifosis adalah kondisi saat tulang belakang terlalu melengkung ke depan. Kondisi ini bisa dialami oleh semua usia, termasuk bayi. Apabila kondisi kifosis masih ringan, tidak menyebabkan banyak masalah. Namun, bagi penderita kifosis berat bisa menyebabkan nyeri hingga merusak bentuk tubuh.

5. Rakitis

Rakitis merupakan kelainan tulang yang menyebabkan tulang lemah dan lunak. Selain karena genetik, kelainan ini disebabkan karena tubuh kekurangan vitamin D yang ekstrim dan berkepanjangan.

Rakitis yang dibiarkan tanpa penanganan akan menyebabkan kelainan bentuk tulang seperti proyeksi tulang dada dan pergelangan tangan, kaki tertekuk, serta pergelangan kaki menebal.

Adapun gejala yang muncul yaitu pertumbuhan yang tertunda, keterampilan motorik lambat, otot lemah, nyeri di tulang belakang, panggul, dan kaki.

6. Penyakit Blount

Blount merupakan penyakit yang menyebabkan terjadinya lengkungan atau tekukan pada tungkai bagian bawah lutut. Kelainan ini bisa memengaruhi pertumbuhan tulang kering pada anak-anak dan remaja.

Saat masih bayi, kaki berbentuk melengkung dan akan lurus dengan sendirinya seiring bertambahnya usia. Namun, pada penderita blount, bentuk kaki tetap melengkung dan menjadi lebih parah.

Penyakit blount biasanya terjadi pada anak 1-3 tahun. Salah satu penyebabnya karena berat badan yang berlebih atau obesitas. Tidak hanya memengaruhi penampilan, blount juga bisa menyebabkan komplikasi seperti kerusakan pada saraf kaki, kesulitan bahkan tidak bisa berjalan karena bentuk lengkungannya yang parah.

Penyebab Terjadinya Kelainan Tulang pada Anak

kelainan tulang pada anak

Kelainan tulang bisa berupa gangguan pada kekuatan tulang, pertumbuhan yang tidak seimbang, dan bentuk tulang yang tidak normal. Kelainan tulang pada anak tersebut bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:

1. Genetik: Genetik adalah faktor yang tidak bisa dihindarkan. Beberapa masalah tulang yang bersifat keturunan yaitu ukuran tubuh yang tidak proposional.

2. Defisiensi Nutrisi: Tulang yang kekurangan vitamin D dan kalsium cenderung akan mengalami rakitis dengan gejala melemahnya struktur tulang.

3. Gangguan Hormonal: Hormon pertumbuhan yang tidak seimbang bisa menjadi penyebab anak-anak mengalami kelainan, seperti pertumbuhan tulang berlebih (gigantisme) atau kerdil (dwarfisme).

4. Infeksi dan Penyakit Sistemik: Infeksi tulang pada anak <16 tahun bisa mengganggu pertumbuhan dan perkembangan tulang anak.

5. Cedera dan Trauma: Cedera karena jatuh atau kecelakaan bisa menjadi gangguan pertumbuhan.

Tips Mengatasi Kelainan Tulang pada Anak

kelainan tulang pada anak

Kelainan tulang pada anak bisa disembuhkan dengan strategi penanganan yang sesuai dengan penyebab dan tingkat keparahan. Adapun tips yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah kelainan tulang pada anak yaitu:

  • Terapi Nutrisi: Penuhi kebutuhan asupan nutrisi vitamin D dan kalsium pada anak yang menderita rakitis.
  • Terapi Hormon: Bagi penderita defisiensi hormon disarankan untuk memberikan hormon pertumbuhan.
  • Intervensi Ortopedi: Untuk kasus deformitas tulang, disarankan untuk menggunakan brace atau prosedur bedah seperti epifisiodesis.
  • Rehabilitasi Fisik: Rutin lakukan fisioterapi untuk meningkatkan fungsi dan kekuatan tulang serta sendi.

Dukung Gaya Hidup Sehat untuk Tulang Lebih Kuat Bersama Vitameal

Menjaga kesehatan tulang dimulai dari gaya hidup dan pola makan yang sehat. Pola makan yang sehat yaitu mengonsumsi makanan kaya akan nutrisi, terutama yang dibutuhkan oleh tulang seperti kalsium dan vitamin D. Salah satu asupan yang memiliki kandungan nutrisi lengkap yaitu Vitameal Active.

Vitameal Active merupakan jenis sereal yang berbeda dari sereal lainnya. Tidak hanya membantu menurunkan berat badan, kandungan nutrisi dalam Vitameal Active juga mampu membantu menjaga kesehatan tulang sehingga lebih kuat.

Mengonsumsi Vitameal secara rutin dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat, baik sebagai sarapan bergizi, camilan sehat, maupun pendamping aktivitas harian. Dipadukan dengan konsumsi makanan tinggi kalsium, paparan sinar matahari yang cukup, serta olahraga teratur, Vitameal membantu kamu melangkah lebih percaya diri dalam menjaga kesehatan tulang.

Yuk konsumsi Vitameal Active sekarang untuk kesehatan tulang yang lebih baik!

Berikut infografis 6 Jenis Kelainan Tulang pada Anak, Orang Tua Harus Tau!

vitameal

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar

Konsultasi Seputar Vitameal, Chat Langsung Aja...
//
CS Minvi
Online
|
//
Order Sekarang