4 Penyebab Gula Darah Tetap Tinggi Meski Berhenti Makan Manis

Alifia Salsabila

gula darah tetap tinggi

Kamu sudah menjauhi donat favorit, mengganti kopi susu gula aren dengan kopi hitam pahit, bahkan mengucapkan selamat tinggal pada nasi putih. Rasanya semua “pengorbanan” sudah dilakukan demi angka di alat glukometer yang lebih bersahabat. Namun, saat pemeriksaan rutin dilakukan, hasilnya justru membuat patah semangat: gula darah tetap tinggi.

Situasi ini seringkali memicu rasa frustasi dan kebingungan. Muncul pertanyaan besar, “Apa lagi yang salah?” Apakah tubuh kita sedang mengkhianati usaha keras yang telah dibangun?

Kenyataannya, mengelola kadar glukosa tidak sesederhana sekadar berhenti mengonsumsi gula pasir. Tubuh manusia adalah sistem yang kompleks di mana hormon, tingkat stres, kualitas tidur, hingga jenis karbohidrat tersembunyi memainkan peran yang sama krusialnya. Memahami mengapa gula darah tetap tinggi meski sudah melakukan diet ketat adalah langkah pertama yang paling penting untuk menemukan strategi yang benar-benar efektif bagi kesehatan jangka panjang.

Sudah Berhenti Makan Manis Tapi Gula Darah Tetap Tinggi

Gula darah merupakan istilah yang sering digunakan untuk menggambarkan kadar glukosa dalam darah. Gula darah memiliki peran penting, yaitu sebagai sumber energi utama bagi sel-sel tubuh, khususnya sistem saraf dan otot. Tanpa adanya glukosa, tubuh tidak dapat berfungsi secara normal, kinerja organ juga bisa terganggu.

Namun, kadar glukosa dalam darah juga harus dijaga kestabilannya. Apabila kadar gula darah dalam tubuh terlalu tinggi bisa menyebabkan berbagai macam penyakit metabolik, seperti diabetes.

Tidak sedikit orang yang menganggap jika gula darah tinggi disebabkan karena terlalu sering mengonsumsi makanan dan minuman manis. Pernyataan tersebut tidak salah, namun kurang tepat. Karena pada faktanya, orang-orang yang hanya berhenti makan manis, tetap bisa memiliki gula darah tinggi.

Lalu kenapa gula darah tetap tinggi meskipun sudah berhenti makan manis?

Penyebab Gula Darah Tetap Tinggi

Sebagian orang tetap memiliki gula darah tinggi meskipun sudah membatasi atau bahkan berhenti mengonsumsi makanan dan minuman manis. Hal ini terjadi karena masih menerapkan gaya hidup yang buruk. Berikut ini beberapa kebiasaan yang menjadi penyebab gula darah tetap tinggi.

1. Kurang Tidur

gula darah tetap tinggi

Tidur merupakan kebutuhan manusia yang harus dipenuhi karena menjadi waktu terbaik untuk mengistirahatkan tubuh. Kurang tidur bisa menyebabkan sel tubuh tidak merespon hormon insulin dengan baik. Hormon insulin adalah hormon yang berfungsi untuk mengontrol kadar gula darah dengan cara memecah glukosa darah.

Terlalu sering begadang akan menyebabkan hormon insulin tidak berfungsi secara optimal. Sehingga, gula darah tetap tinggi meskipun sudah berhenti mengonsumsi gula. Oleh karena itu, disarankan untuk tidur minimal 8 jam supaya hormon insulin bisa bekerja dengan baik.

2. Merokok

Kebiasaan merokok bisa menyebabkan gula darah terus meningkat hingga 30-40%. Dalam jurnal Diabetology & Metabolic Syndrome pada 2019, mengatakan jika kebiasaan merokok menjadi salah satu penyebab diabetes. Oleh karena itu, jika kamu membatasi makan manis, pastikan juga untuk mengurangi kebiasaan merokok.

3. Kurang Aktivitas

Kurangnya aktivitas juga bisa menjadi penyebab kadar gula darah tetap tinggi. Tubuh yang kurang bergerak dapat menurunkan sensitivitas kerja insulin dalam memecah glukosa. Hal tersebut akan menyebabkan gula darah meningkat.

4. Konsumsi Obat-Obatan

gula darah tetap tinggi

Ada beberapa jenis obat-obatan yang bisa menyebabkan gula darah meningkat, seperti obat steroid (prednison, hidrokortison, dan metilprednisolon), antidepresan, dan obat untuk kesehatan jantung.

Karbohidrat Sumber Gula yang Sering Tidak Disadari

Gula darah meningkat bukan hanya disebabkan karena makanan dan minuman manis saja, namun juga karena terlalu berlebihan mengonsumsi makanan dengan tinggi karbohidrat. Karbohidrat merupakan sumber gula yang sering kali tidak disadari oleh sebagian orang.

Karbohidrat adalah salah satu nutrisi yang dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi dan peran vital dalam proses metabolisme. Ada dua jenis karbohidrat, yaitu karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana. Adapun jenis karbohidrat sederhana dapat menyebabkan gula darah meningkat.

Karbohidrat sederhana memiliki struktur kimia yang relatif sederhana, sehingga mudah dicerna oleh tubuh. Jenis karbohidrat ini bisa memberikan tubuh energi yang cepat namun kurang kandungan nutrisinya. Karbohidrat ini sering ditemukan dalam makanan, seperti nasi putih, roti tawar, mie instan, pasta, keripik, donat, gorengan, dan berbagai jenis makanan siap saji.

Jenis-jenis makanan tersebut akan cepat diproses dalam tubuh, sehingga menyebabkan kadar gula darah naik dengan cepat. Apabila konsumsi terlalu berlebihan dalam jangka waktu lama, bisa mengakibatkan diabetes.

Oleh karena itu, disarankan untuk mengonsumsi makanan dengan jenis karbohidrat kompleks, seperti kentang, ubi jalar, oatmeal, dan nasi merah. Makanan tersebut memiliki sifat tidak mudah dicerna dalam tubuh dan membantu gula darah tetap stabil.

Stres Bisa Memicu Lonjakan Gula Darah

gula darah tetap tinggi

Selain beberapa sebab di atas, stres juga menjadi penyebab gula darah meningkat. Mengapa demikian?

Stres adalah gaya hidup buruk yang harus diubah. Ketika stres, tubuh akan mengeluarkan hormon kortisol dan adrenalin. Kedua hormon ini berperan mempersiapkan tubuh untuk ‘melawan’. Namun, hormon ini memiliki efek samping yaitu lonjakan gula darah.

Hormon kortisol dapat meningkatkan resisten insulin, yang membuat gula darah susah dikendalikan. Pada orang yang terlihat sehat, berbadan ideal, stres yang berlebihan justru bisa meningkatkan produksi glukosa. Glukosa ini nantinya tidak terpakai dan akan tertahan dalam darah. Hal inilah yang menyebabkan gula darah meningkat.

Sereal Rendah Gula Vitameal Bantu Jaga Kestabilan Gula Darah

Memilih makanan yang tepat adalah langkah penting dalam mengelola diabetes dan menjaga kadar gula darah tetap stabil. Menghindari makanan yang meningkatkan gula darah, seperti karbohidrat olahan dan makanan manis, sekaligus menambahkan makanan seperti oat, sayuran hijau, dan salmon ke dalam diet dapat membantu penderita diabetes menjalani hidup yang lebih sehat.

Selain mengatur menu harian, diabetesi juga membutuhkan dukungan nutrisi praktis dan seimbang. Vitameal hadir sebagai solusi nutrisi lengkap dengan karbohidrat terkontrol, serat tinggi, serta kandungan gizi seimbang yang membantu menjaga kestabilan gula darah.

Dengan rasa yang lezat dan penyajian yang praktis, Vitameal cocok dikonsumsi sebagai sarapan atau pengganti makan di tengah kesibukan. Jadikan Vitameal sebagai partner nutrisi kamu untuk mendukung gaya hidup sehat dan terkontrol.

Yuk, mulai langkah hidup sehat kamu sekarang! Pilih Vitameal sebagai dukungan nutrisi harian untuk membantu menjaga gula darah tetap aman dan kualitas hidup semakin optimal.

Berikut ini infografis artikel 4 Penyebab Gula Darah Tetap Tinggi Meski Berhenti Makan Manis

Gula Darah Tetap Tinggi

Also Read

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar

Konsultasi Seputar Vitameal, Chat Langsung Aja...
//
CS Minvi
Online
|
//
Order Sekarang