Merencanakan liburan atau perjalanan bisnis ke luar negeri? Selain paspor, visa, dan tiket, ada satu persyaratan administrasi yang tidak boleh dilewatkan yaitu status imunisasi. Di tengah dinamika kesehatan global, sejumlah negara menerapkan persyaratan ketat, menjadikan beberapa vaksin wajib untuk perjalanan internasional. Persyaratan ini tidak hanya demi melindungi dari penyakit endemik di negara tujuan, tetapi juga untuk mencegah penyebaran penyakit menular lintas batas.
Mengapa Vaksin Wajib untuk Perjalanan Internasional?
Vaksin merupakan salah satu persyaratan administrasi sebelum melakukan perjalanan internasional. Tak hanya sekedar itu, kewajiban vaksin untuk pergi ke luar negeri juga menjadi salah satu perlindungan tubuh supaya terhindar dari berbagai penyakit. Untuk lebih jelasnya, berikut ini alasan vaksin wajib untuk perjalanan internasional:
1. Mengurangi Risiko Terinfeksi Penyakit
Saat berkunjung ke luar negeri, akan sangat berpotensi terinfeksi berbagai penyakit yang ada di negara tersebut. Oleh karena itu, diwajibkan vaksin untuk mencegah infeksi dan melindungi tubuh dari risiko tersebut.
Dalam vaksin terdapat mikroorganisme yang sudah dilemahkan yang nantinya akan disuntikkan ke dalam tubuh. Kemudian, sistem kekebalan akan menghasilkan antibodi yang akan melawan organisme jika tubuh terinfeksi dengan penyakit tersebut.
Melakukan vaksin sebelum melakukan perjalanan ke luar negeri adalah wajib, terutama bagi kelompok yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Seperti wanita hamil, lansia, anak kecil, dan orang dengan kondisi tertentu.
2. Persyaratan Administrasi

Beberapa vaksin dibutuhkan sebagai salah satu persyaratan untuk pergi ke luar negeri, seperti vaksin Covid-19. Hal tersebut karena masih ada kemungkinan risiko paparan penyakit tersebut yang ditularkan melalui barang yang terkontaminasi atau udara.
3. Terhindar dari Perawatan Medis yang Mahal
Tujuan vaksin supaya tidak terinfeksi dengan paparan virus. Hal ini tentunya membuat kita terhindar dari perawatan medis yang mahal dari negara tersebut. Meskipun suntik vaksin juga membutuhkan biaya, namun tentunya uang yang dikeluarkan tidak sebesar biaya rumah sakit.
Jenis-Jenis Vaksin yang Harus Didapatkan Sebelum Pergi ke Luar Negeri
Sebelum pergi ke luar negeri, penting untuk mengetahui jenis vaksin yang dibutuhkan supaya terhindar dari paparan virus. Berikut ini beberapa jenis vaksin yang bisa kamu lakukan sebelum melakukan perjalanan ke luar negeri:
1. Vaksin Meningitis
Vaksin meningitis merupakan salah satu jenis vaksin yang wajib dilakukan minimal 10 hari sebelum pemberangkatan umrah dan haji. Arab Saudi mewajibkan para pengunjung dari luar untuk melakukan vaksin ACYW-135 sebagai syarat utama untuk mendapatkan visa. Afrika juga menjadi negara yang mewajibkan vaksin meningitis mengingat negara tersebut memiliki penularan cukup tinggi.
Adapun tujuan pemberian vaksin ini yaitu mencegah infeksi bakteri Neisseria Meningitidis menyerang selaput otak dan sumsum tulang belakang.
2. Vaksin Yellow Fever
Demam kuning atau yellow fever merupakan infeksi virus akut yang penularannya melalui nyamuk. Infeksi akan menyebabkan kerusakan organ dalam dan hati yang bisa berakibat fatal.
Jenis vaksin yellow fever harus diberikan minimal 10 hari sebelum melakukan perjalanan ke negara Afrika dan Amerika Selatan, seperti Kenya, Nigeria, Peru, dan Brazil.
3. Vaksin Hepatitis A
Vaksin hepatitis A dilakukan minimal 2-4 minggu sebelum berangkat ke negara berkembang dengan kebersihan makanan dan sanitasi yang kurang baik. Sebab, penyakit hepatitis ditularkan melalui air dan makanan yang sudah terkontaminasi virus tersebut. Oleh karena itu, pemberian vaksin ini penting, terutama saat kamu mencoba makanan lokal dari negara tersebut.
4. Vaksin Hepatitis B

Vaksin hepatitis B dilakukan minimal 1 bulan sebelum pemberangkatan, terutama ke negara dengan kasus hepatitis tinggi.
Hepatitis B merupakan penyakit hati menular yang disebabkan infeksi virus hepatitis B dan bisa berkembang menjadi kanker hati dan sirosis. Penularannya melalui darah dan cairan tubuh sehingga risikonya lebih besar.
5. Vaksin Tifoid
Demam tifoid atau penyakit tipes disebabkan oleh makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi dengan bakteri Salmonella Typhi. Infeksi ini potensi penularannya cukup tinggi di beberapa negara seperti Pakistan, India, dan Bangladesh.
6. Vaksin Influenza

Influenza adalah infeksi yang menyerang saluran pernapasan dengan diikuti gejala seperti pilek, sakit kepala, demam, dan batuk yang tiba-tiba. Vaksin ini dilakukan minimal 2 minggu sebelum pergi ke luar negeri terutama negara dengan musim flu seperti Jepang dan Amerika Serikat.
7. Vaksin COVID-19
Beberapa negara menjadikan vaksin COVID-19 dengan dosis lengkap sebagai syarat untuk berkunjung. Karena, vaksin COVID-19 dapat meningkatkan antibodi sehingga risiko penularan pun menurun.
8. Vaksin Rabies

Vaksin ini wajib dilakukan minal 4 Minggu sebelum berkunjung ke negara dengan kasus rabies tinggi, seperti Thailand, Filipina, dan India. Rabies adalah penyakit yang disebabkan karena gigitan hewan, terutama kucing, anjing, dan monyet. Vaksin ini sebagai antisipasi dan perlindungan tambahan jika tidak sengaja tergigit hewan saat liburan.
9. Vaksin Japanese Encephalitis
Japanese Encephalitis merupakan infeksi yang penularannya melalui gigitan nyamuk Culex Tritaeniorhynchus dan bisa menyebabkan peradangan otak. Vaksin diberikan setidaknya 4 minggu sebelum melakukan perjalanan ke luar negeri seperti China, Jepang, Korea Selatan, dan Thailand.
10. Vaksin Polio
Jika berencana pergi ke negara dengan status endemis polio, seperti Afghanistan, Pakistan, dan Arab Saudi maka wajib untuk melakukan vaksin polio. Vaksin ini diberikan minimal 4 minggu sebelum keberangkatan supaya bisa mencegah penyebaran virus lintas negara.
Itulah alasan vaksin wajib untuk perjalanan internasional dan jenis-jenis vaksin yang diperlukan. Semoga bermanfaat.
Berikut infografis artikel







