Kita semua tahu bahwa gula tambahan ada dalam permen, kue, dan minuman bersoda. Tapi, tahukah kamu bahwa musuh manis ini sering kali bersembunyi di tempat yang paling tidak kita duga? Di balik kemasan produk yang terlihat sehat seperti saus salad, sereal sarapan, atau bahkan roti gandum, seringkali ada kandungan gula yang tersembunyi. Gula ini ditambahkan tidak hanya untuk rasa, tetapi juga untuk fungsi lain seperti pengawet atau penambah tekstur. Akibatnya, tanpa disadari, kita bisa mengonsumsi gula berlebihan setiap hari, yang berdampak buruk bagi kesehatan.
Artikel ini akan membantu kamu mengenali berbagai nama samaran gula dan mengidentifikasi produk-produk yang sering menjadi “jebakan manis.” Dengan pemahaman yang lebih baik, kamu bisa membuat pilihan yang lebih cerdas dan mengambil kendali penuh atas asupan gula harian kamu.
Apa Itu Gula Tambahan?
Gula tambahan adalah gula atau pemanis kalori yang ditambahkan ke makanan atau minuman selama proses pengolahan, persiapan, atau saat disajikan. Berbeda dengan gula alami (seperti yang ada pada buah, sayur, atau susu), gula tambahan bukan berasal dari kandungan alami bahan makanan tersebut, melainkan ditambahkan untuk memberikan rasa manis, tekstur, atau daya tahan produk.
Dikutip dari Hallo Sehat, terdapat 60 jenis gula tambahan yang tersembunyi ditulis dengan istilah:
- Glukosa
- Sukrosa
- Fruktosa
- Galaktosa
- Laktosa
- Maltosa
- Sakarosa
- Molase
- Mannose
- Dekstrosa
- Dekstrin
- Nektar agave
- Nektar (selain agave)
- Sirup jagung fruktosa tinggi (high-fructose corn syrup)
- Sirup jagung (corn syrup)
- Sirup carob (carob syrup)
- Sirup malt (malt syrup)
- Sirup maple (maple syrup)
- Sirup emas (golden syrup)
- Sirup mentega (buttered syrup)
- Sirup penyuling (refiner’s syrup)
- Sirup sorgum (sorghum syrup)
- Sirup malt jelai (barley malt syrup)
- Sirup beras (rice syrup)
- Sirup (lainnya)
- Kristal florida (florida crystal)
- Kristal tebu (cane crystal)
- Jus tebu yang diuapkan (evaporated cane juice)
- Jus tebu kering (dehydrated cane juice)
- Konsentrat jus buah (fruit juice concentrate)
- Pemanis jagung (corn sweetener)
- Sorgum manis (sweet sorghum)
- Madu
- Maltodekstrin
- Maltol
- Tetes tebu hitam (blackstrap molasses)
- Karamel
- Padatan glukosa (glucose solid)
- Padatan sirup jagung (corn syrup solid)
- Panocha
- Rapadura
- Sucanat
- Malt jelai (barkey malt)
- Gula super halus (superfine sugar)
- Gula jawa (palm sugar)
- Gula tebu (cane sugar)
- Gula merah (brown sugar)
- Gula kastor (castor sugar)
- Gula kelapa (coconut sugar)
- Gula kurma (date sugar)
- Gula emas (golden sugar)
- Gula anggur (grape sugar)
- Gula kuning (yellow sugar)
- Gula bubuk (powdered sugar)
- Gula bit (beet sugar)
- Gula muskovado (muscovado sugar)
- Gula barbados (barbados sugar)
- Gula mentah (raw sugar)
- Gula demerara (demerara sugar)
- Gula panela (panela sugar)
- Gula tetes (treacle sugar)
- Gula turbinado (turbinado sugar)
- Gula bubuk (icing sugar)
- Gula invert (invert sugar)
Kandungan Gula yang Tersembunyi pada Makanan dan Minuman
Melihat tabel informasi nilai gizi pada kemasan minuman atau makanan salah satu cara untuk memperhatikan jumlah gula yang masuk dalam tubuh. Namun, tahukah kamu ternyata hal itu belum cukup menghindari kita dari tambahan gula tersembunyi dalam makanan loh.
Faktanya, semua makanan dan minuman yang kita konsumsi mengandung berbagai jenis gula tambahan. Berikut ini beberapa jenis gula tambahan yang paling umum dan sering kita jumpai di makanan dan minuman.
1. Glukosa

Glukosa merupakan jenis gula yang dibutuhkan tubuh sebagai energi untuk beraktivitas. Tak hanya itu saja, glukosa menjadi satu-satunya jenis gula yang berperan memberi asupan energi pada sel otak.
Glukosa terdiri dari kandungan sukrosa dan high fructoose corn syrup. Dalam satu sendok teh glukosa memiliki kalori kurang lebih 16 kkal. Meskipun glukosa menjadi jenis gula yang dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi, namun sayangnya jenis gula ini cukup berpengaruh dalam kadar gula darah.
2. Fruktosa
Fruktosa adalah jenis gula yang berasal dari buah dan madu. Disebut juga sebagai gula alami, fruktosa baik penderita diabetes karena tidak menyebabkan kenaikan gula darah. Meskipun begitu, konsumsi fruktosa terlalu banyak dapat menyebabkan lemak dalam tubuh menumpuk. Hal ini pada akhirnya dapat meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung.
3. Galaktosa
Galaktosa merupakan jenis gula yang bisa kamu temukan di keju, mentega, dan yoghurt. Galaktosa memiliki rasa yang lebih rendah dari glukosa. Meskipun begitu, jangan mengonsumsi galaktosa terlalu berlebihan karena dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
4. Laktosa

Laktosa gula yang bisa ditemukan di dalam susu. Gula ini terdiri dari galaktosa dan glukosa. Laktosa termasuk jenis gula alami yang memiliki rasa kurang manis dan sulit untuk dicerna. Oleh karena itu, gula ini jarang digunakan sebagai tambahan pada produk atau kemasan.
5. Maltosa
Maltosa adalah disakarida dari karbohidrat sederhana yang sudah dibentuk dari dua jenis molekul glukosa. Gula ini bisa kita jumpai pada kentang, pasta sereal, jenis minuman beralkohol, dan beberapa jenis minuman kemasan lain.
6. Sukrosa
Gula pasir atau sukrosa adalah jenis gula yang paling sering kita gunakan sebagai bumbu dapur atau tambahan dalam minuman seperti teh dan kopi. Sukrosa berasal dari karbohidrat sederhana yang dibentuk dari fruktosa dan glukosa. Sukrosa bisa ditemukan dalam berbagai bentuk seperti gula bubuk, gula pasir, dan gula batu.
7. Aspartam
Aspartam memiliki rasa maing 200 kali lebih tinggi dari gula biasa dan mempunyai 4 kalori per gramnya. Tetapi, jenis gula ini memiliki kekurangan yaitu rasa manis yang tidak bisa bertahan lama jika berada di suhu yang tinggi dalam waktu lama. Maka dari itu, gula ini lebih sering digunakan untuk makanan dingin seperti yoghurt dan es krim.
8. Sukralosa
Sukralosa memiliki rasa manis 600 lebih tinggi daripada gula biasa. Gula ini bisa digunakan untuk makanan dengan suhu tinggi namun tidak menghilangkan rasa manisnya. Oleh karena itu sukralosa sering digunakan untuk makanan penutup, sirup, minuman, dan produk kue.
9. Neotame
Neotame adalah pemanis buatan yang memiliki rasa manis 8000 kali lebih tinggi dari gula biasa dan 40 kali lebih manis dari aspartam. Meskipun memiliki rasa manis yang cukup tinggi, namun neotame tidak menyebabkan kenaikan kadar gula darah. Tetapi dalam penggunaannya, neotame hanya diperbolehkan dikonsumsi sebanyak 2 mg per kilogram berat badan.
10. Sorbitol
Sorbitol adalah jenis turunan gula yang sering digunakan sebagai pemanis rendah kalori berbagai produk makanan dan minuman seperti permen karet, produk diet, dan makanan bebas gula. Karena rendah kalori, sorbitol disebut sebagai gula manis tanpa meningkatkan kadar gula darah.
11. Xylitol
Xylitol merupakan gula alami yang bisa kita temukan di buah dan sayuran. Gula ini bisa dijadikan sebagai alternatif gula untuk penderita diabetes, karena memiliki kalori sekitar 2,4 kal per gram.
Waspadai Kandungan Gula yang Banyak Tersembunyi

Mengonsumsi terlalu sering makanan dan minuman dengan kandungan gula tambahan yang cukup tinggi, dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Adapun dampak buruk yang ditimbulkan dari gula tambahan yaitu:
1. Meningkatkan Risiko Diabetes
Makanan dan minuman dengan tambahan gula merupakan pemicu diabetes. Dikutip dari Hallo Sehat, makanan dan minuman dengan kandungan tinggi gula dapat menyebabkan penumpukan lemak pada tubuh, kegemukan, dan diabetes.
2. Memicu Komplikasi Diabetes
Gula memang memiliki peran penting bagi tubuh dalam membentuk energi untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Namun, bagi pasien diabetes, gula tambahan yang tersembunyi dalam makanan merupakan racun yang bisa memperburuk kondisi tubuh. Mengonsumsi terlalu banyak makanan dan minuman dengan tinggi gula tambahan, akan memicu komplikasi diabetes seperti gangguan penglihatan, komplikasi kehamilan, kerusakan ginjal, gangguan kardiovaskular, gangguan kesehatan mulut, dan neuropati diabetik.
Pilih Sereal Vitameal untuk Mendukung Pola Hidup Sehat
Ditengah banyaknya makanan dan minuman dengan tambahan gula yang tersembunyi, Vitamel hadir sebagai solusi sehat. Vitameal merupakan sereal multigrain yang memiliki formula untuk mendukung kesehatan jangka panjang.
Vitameal hadir dalam dua varian, Vitameal Sereal dan Vitameal Less Sugar, yang bisa dikonsumsi sesuai dengan kebutuhan tubuh dan selera masing-masing. Kedua varian Vitameal terbuat dari bahan-bahan alami, kaya akan manfaat, serta minim bahan pengawet dan gula tambahan. Tunggu apalagi, yuk coba Vitameal sekarang!







