Mengetahui kadar gula darah dalam tubuh penting untuk membantu memahami kondisi kesehatan, terutama karena kadar gula yang terlalu tinggi maupun terlalu rendah dapat menimbulkan masalah.
Pemeriksaan gula darah juga dapat digunakan untuk mendeteksi prediabetes dan diabetes sejak dini. Namun, hasil pemeriksaan bisa berbeda tergantung jenis tes dan kapan pemeriksaan dilakukan.
Lantas, berapa kadar gula darah yang normal dan apa arti hasil pemeriksaan yang terlalu tinggi atau rendah?
Arti Tinggi dan Rendahnya Kadar Gula Darah
Gula darah atau glukosa merupakan salah satu sumber energi utama bagi tubuh. Setelah makanan dicerna, karbohidrat akan dipecah menjadi glukosa yang kemudian masuk ke aliran darh dan digunakan oleh sel sebagai energi.
Kadar gula darah dikatakan terlalu tinggi ketika jumlah glukosa dalam darah berada di atas rentang yang seharusnya. Kondisi ini dikenal sebagai hiperglikemia. Sebaliknya, kadar gula yang terlalu rendah disebut hipoglikemia.
Nilai gula darah tidak selalu sama sepanjang hari. Setelah makan, misalnya, kadar glukosa dapat meningkat sebelum kembali menurun. Karena itu, waktu dan jenis pemeriksaan perlu diperhatikan ketika menilai hasil tes gula darah.
Apa yang Terjadi Jika Gula Darah Terlalu Tinggi?
Kadar gula darah yang terus-menerus tinggi dapat menjadi tanda adanya gangguan dalam pengaturan glukosa, termasuk diabetes. Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain sering merasa haus, lebih sering buang air kecil, mudah lelah, penglihatan kabur, serta penurunan berat badan yang tidak direncanakan.
Jika kadar gula darah tinggi berlangsung dalam jangka panjang dan tidak terkontrol, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi diabetes. Oleh sebab itu, pemeriksaan gula darah secara berkala penting dilakukan, terutama bagi orang yang memiliki faktor risiko diabetes.
Apa yang Terjadi Jika Gula Darah Terlalu Rendah?

Gula darah yang terlalu rendah disebut hipoglikemia. Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh kekurangan glukosa sebagai sumber energi. Gejala hipoglikemia dapat berupa gemetar, berkeringat, rasa lapar, jantung berdebar, pusing, lemas, hingga sulit berkonsentrasi.
Hipoglikemia lebih sering menjadi perhatian pada orang yang menggunakan obat tertentu untuk diabetes. Jika kadar gula darah dalam tubuh turun sangat rendah, kondisi tersebut dapat menjadi keadaan darurat dan membutuhkan penanganan segera.
Jenis Tes Gula Darah

Ada beberapa jenis pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk mengetahui kadar gula darah dalam tubuh serta mendeteksi prediabetes atau diabetes. Pemeriksaan yang umum digunakan yaitu:
- Tes gula darah puasa atau fasting plasma glucose (FPG)
- Tes toleransi glukosa oral atau oral glucose tolerance test (OGTT)
- Tes gula darah secara acak
- Tes hemoglobin A1C atau HbA1c
Setiap pemeriksaan memiliki cara pengambilan dan interpretasi hasil yang berbeda. Karena itu, hasil sebaiknya tidak dibandingkan secara langsung tanpa mempertimbangkan jenis tes yang digunakan.
Berapa Kadar Gula Darah Normal?
Kadar gula darah normal bergantung pada jenis pemeriksaan yang dilakukan. Untuk orang dewasa, yang tidak sedang hamil, salah satu acuan yang digunakan adalah kadar glukosa plasma puasa di bawah 100 mg/dL. Pada tes toleransi glukosa oral, kadar gula darah 2 jam setelah makan yaitu di bawah 140 mg/dL termasuk rentang yang normal.
Sementara itu, hasil HbA1c di bawah angka 5,7% termasuk kategori normal. Angka tersebut berbeda dengan pemeriksaan gula darah biasa karena HbA1c menggambarkan rata-rata kadar glukosa selama sekitar tiga bulan terakhir.
Batasan Kadar Gula Darah Normal
| Jenis Pemeriksaan | Normal | Prediabetes | Diabetes |
| Gula darah | <100 mg/dL | 100-125 mg/dL | ≥126 mg/dL |
| OGTT 2 jam | <140 mg/dL | 140-199 mg/dL | ≥200 mg/dL |
| HbA1c | <5,7% | 5,7-6,4% | ≥6,5% |
Untuk hasil gula darah secara acak, kadar ≥200 mg/dL dapat digunakan sebagai salah satu kriteria diagnosis diabetes apabila disertai gejala khas hiperglikemia atau kondisi hiperglikemik tertentu.
Tes Gula Darah Setelah Makan

Pemeriksaan gula darah setelah makan dapat memberikan gambaran mengenai respons tubuh terhadap makanan. Namun, pemeriksaan setelah makan sehari-hari tidak sama dengan OGTT yang digunakan untuk diagnosis.
Pada OGTT, seseorang menjalani puasa terlebih dahulu, kemudian mengonsumsi larutan yang mengandung 75 gram glukosa. Kadar gula darah kemudian diperiksa kembali setelah 2 jam.
Apabila hasil 2 jam sebesar 140-199 mg/dL termasuk rentang prediabetes, sedangkan hasil ≥200 mg/dL termasuk kriteria diabetes.
Tes Gula Darah Setelah Puasa
Tes gula darah puasa dilakukan setelah tidak mengonsumsi makanan atau minuman berkalori selama setidaknya 8 jam. Pemeriksaan biasanya dilakukan pada pagi hari dan minum air putih dalam jumlah wajar masih diperbolehkan.
Hasil gula darah puasa 100-125 mg/dL termasuk rentang prediabetes, sedangkan kadar ≥126 mg/dL termasuk kriteria diabetes. Jika tidak terdapat gejala khas, hasil yang menunjukkan diabetes biasanya perlu dikonfirmasi melalui pemeriksaan berikutnya.
Tes Gula Darah Secara Acak
Berbeda dengan tes gula darah puasa, pemeriksaan gula darah secara acak dapat dilakukan kapan saja tanpa perlu berpuasa. Tes ini dapat dilakukan ketika seseorang mengalami gejala yang mengarah pada hiperglikemia dan dokter membutuhkan pemeriksaan kadar glukosa saat itu.
Kadar gula darah acak ≥200 mg/dL dapat menjadi kriteria diagnosis diabetes jika disertai gejala khas seperti sering buang air kecil, sering haus, atau penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
Tes Hemoglobin untuk Gula Darah

Tes Hemoglobin yang dimaksud dalam pemeriksaan gula darah adalah hemoglobin A1c atau HbA1c. Tes ini mengukur persentase hemoglobin yang berkaitan dengan glukosa dan dapat memberikan gambaran rata-rata kadar gula darah selama kurang lebih tiga bulan terakhir.
Keunggulan HbA1c adalah pemeriksaannya tidak mengharuskan seseorang berpuasa. Hasil 5,7-6,4% termasuk rentang prediabetes, sedangkan hasil ≥6,5% memenuhi salah satu kriteria diabetes. Namun, kondisi tertentu yang memengaruhi sel darah merah atau hemoglobin dapat memengaruhi juga hasil dari tes HbA1c.
Kontrol Gula Darah dengan Baik dengan Vitameal
Menjaga kadar gula darah dalam tubuh tidak hanya dilakukan dengan pemeriksaan secara rutin, tetapi juga melalui pola makan dan gaya hidup yang seimbang. Salah satu langkahnya adalah memilih makanan yang lebih rendah gula tambahan dan mengandung serat serta nutrisi yang dibutuhkan tubuh.
Vitameal dapat menjadi salah satu pilihan untuk melengkapi pola makan. Vitameal Mix Berries mengandung multigrain, mix berries, psyllium husk, susu Etawa, serta berbagai vitamin dan mineral. Produk ini juga menggunakan stevia sebagai pemanis. Meski demikian, konsumsi Vitameal sebaiknya tetap menjadi bagian dari pola makan yang beragam dan seimbang.
Bagi orang dengan prediabetes atau diabetes, pengaturan makanan juga perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Pemeriksaan gula darah secara berkala dan konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap penting untuk membantu menentukan langkah yang pengelolaan yang tepat.






