Mengulik 8 Manfaat Psyllium Husk Anti Hoax

Orang Asia, khususnya Indonesia, merupakan konsumen beras nomor satu di dunia. Bagaimana tidak, masyarakat sudah sedari dulu mengandalkan beras sebagai makanan pokok yang dikonsumsi bersamaan dengan berbagai jenis sayur dan lauk kaya gizi.

Sebelum dikonsumsi, beras akan dipisahkan dari kulitnya atau yang disebut juga dengan “gabah” atau sekam. Kendati demikian, beras masih memiliki kulit ari yang membawa banyak manfaat bagi kesehatan. Sama halnya dengan Psyllium husk.

Tidak banyak yang mengenal, Psyllium husk adalah semacam kulit ari yang dimanfaatkan sebagai campuran makanan berkat nutrisinya yang luar biasa. Tapi, tahukah kamu apa saja manfaat Psyllium husk untuk kesehatan?

Mau tahu jawabannya?

Simak terus artikel di bawah ini, ya! Dijamin nggak nyesel, deh.

Apa Itu Psyllium Husk?

vitameal

Terasa asing, kamu mungkin akan mengernyitkan dahi ketika mendengar kata yang satu ini. Ya, psyllium husk. Meskipun berbagai jurnal penelitian sudah membuktikan khasiatnya bagi kesehatan, masih belum banyak memanfaatkannya nih, khususnya bagi masyarakat Indonesia.

Baca Juga: 5 Makanan Pereda Stress Ini Patut Kamu Coba!

Secara garis besar, psyllium husk adalah kulit ari biji dari tanaman bernama Psyllium atau yang dalam nama ilmiah disebut dengan Plantago ovata. Tanaman ini berasal dari wilayah Asia, Afrika Utara, dan Mediterania.

Kini, psyllium telah banyak dibudidayakan dan diproduksi secara komersial di beberapa wilayah lain di luar habitat aslinya, seperti negara-negara di Amerika, Eropa, dan Asia Selatan, berkat lendir benih serta karakteristiknya pada kosmetik, farmasi, dan kualitas makanan.

Pada sebuah buku yang berjudul Psyllium: Current and Future Application karya R. Masood dan M. Miraftab dipaparkan bahwa adapun beberapa karakteristik tanaman psyllium, yaitu:

  • Dapat tumbuh hingga 15 cm
  • Daun dan batang diselimuti oleh bulu-bulu halus berwarna putih
  • Daun berbentuk garis atau linear, berwarna hijau, dan basal
  • Ujung daun muncul bunga kecil yang akan berubah menjadi polong biji ketika matang
  • Ukuran biji sekitar 1,5 – 2 cm
  • Biji berwarna coklat hingga coklat kemerahan
  • Benih mengandung zat albumin dan lendir

Bagaimanapun, biji psyllium harus melewati proses selanjutnya untuk menghasilkan psyllium husk. Biji yang telah dikeringkan kemudian dihancurkan dan dipisahkan dari kulit ari (kulit biji) dengan cara diayak atau ditampi.

Nah, psyllium husk inilah yang sudah siap diolah menjadi makanan. Tapi, jangan disepelekan, ya. Meskipun hanya berupa kulit ari, namun manfaatnya sangat luar biasa dan bisa diadu dengan kulit ari biji-bijian lainnya, lho.

For your information, India menjadi negara terbesar yang membudidayakan dan menyediakan sekitar 85% psyllium di pasar seluruh dunia.

Sementara itu, Amerika merupakan importir bening psyllium mentah terbesar di dunia. Sebesar 60% dari keseluruhan psyllium import digunakan pada industri makanan dan farmasi.

Manfaat Psyllium Husk

vitameal

Pada dasarnya, biji-bijian dilapisi oleh kulit ari pada bagian luarnya. Selain berfungsi sebagai pelindung biji, kulit ari membawa banyak manfaat bagi kesehatan, lho.

Sama halnya pada kulit ari biji psyllium atau yang disebut juga dengan psyllium husk. Tidak banyak yang tahu, ada banyak manfaat psyllium husk yang cukup menjanjikan nih, seperti:

1. Menjaga kesehatan jantung

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kadar kolesterol bisa dikontrol dengan mengonsumsi serat larut, di mana mengontrol kadar kolesterol sangat krusial bagi orang-orang berusia di atas 50 tahun.

Studi penelitian lain berjudul The Effect of A Fibre Supplement Compared to A Healthy Diet on Body Composition, Lipids, Glucose, Insulin, and Other Metabolic Syndrome Risk Factors in Overweight and Obese Individuals disebutkan bahwa mengonsumsi psyllium selama 6 minggu merupakan cara yang terbilang efektif untuk menurunkan kadar kolesterol bagi penderita obesitas dengan minim efek samping.

2. Menjaga berat badan

Bagi orang-orang yang menderita penyakit kronis tertentu seperti diabetes, menjaga berat badan merupakan sebuah kekhawatiran tersendiri. Terlebih lagi, WHO membeberkan data bahwa 90% penderita diabetes (tipe 2) mengalami obesitas.

Dengan psyllium husk, kamu tidak hanya menjaga berat badan saja, melainkan juga mengontrol kadar kolesterol dan gula darah.

3. Baik untuk penderita diabetes

Mengonsumsi psyllium husk secara rutin baik untuk penderita diabetes sebab dapat menurunkan gula darah puasa dan hemoglobin A1c serta mempengaruhi respons glikemik dalam tubuh terhadap makanan.

Dalam sebuah penelitian berjudul Effects of Psyllium vs. Placebo on Constipation, Weight, Glycemia, and Lipids: A Randomized Trial in Patients with Type 1 Diabetes and Chronic Constipation disimpulkan bahwa psyllium membantu dalam penurunan konstipasi, kadar gula darah dan kolesterol, serta berat badan.

4. Cepat merasa kenyang

Psyllium mengandung serat yang membentuk senyawa kental yang membantu memperlambat kekosongan pada perut serta membuat kita cepat merasa kenyang setelah makan.

Hal ini dibuktikan melalui studi penelitian berjudul Satiety Effects of Psyllium in Healthy Volunteers yang menghasilkan kesimpulan bahwa mengonsumsi sebanyak 10,2 gr psyllium sebelum sarapan dan makan siang berpotensi mengurangi rasa lapar dan keinginan untuk makan, serta membuat kita merasa kenyang di antara waktu jeda makan.

5. Menurunkan kadar kolesterol

vitameal

To be honest, kolesterol memegang peranan penting bagi tubuh dalam proses pembentukan hormon, membran sel, dan vitamin D. Kolesterol pada tubuh berasal dari dua sumber, yaitu makanan yang masuk ke dalam tubuh dan organ hati.

Kadar kolesterol yang terlalu tinggi tidak baik untuk kesehatan, bahkan berisiko memicu penyakit serius seperti penyakit jantung dan stroke. Menurunkan kolesterol merupakan PR yang sangat esensial.

Perlu kita tahu, kandungan serat larut pada psyllium mampu mengikat kolesterol pada proses pencernaan. Proses ini membantu tubuh mengeluarkan kolesterol sebelum masuk ke aliran darah sehingga kadar kolesterol dalam darah menurun.

6. Memiliki efek prebiotik

Sering mendengar tentang prebiotik, tahukah kamu apa itu prebiotik?

Prebiotik adalah senyawa yang tidak mampu dicerna oleh tubuh, yang mana senyawa tersebut berfungsi memberikan nutrisi bagi bakteri usus dan membantu pertumbuhannya. Para peneliti percaya bahwa psyllium husk memiliki efek prebiotik.

Meskipun psyllium memiliki ketahanan terhadap proses fermentasi, beberapa serat psyllium mampu difermentasi oleh bakteri usus. Kemudian, proses ini menghasilkan asam lemak rantai pendek atau Short-Chain Fatty Acid (SCFA), termasuk di dalamnya butirat.

Oleh sebab itu, psyllium dianggap baik untuk kesehatan usus, jantung, mengurangi peradangan, serta mendukung sistem kekebalan tubuh berkat SCFA yang dihasilkan melalui proses fermentasi di atas.

7. Melegakan sembelit

Psyllium husk dikenal baik dalam mengatasi sembelit. Pada dasarnya, psyllium husk merupakan laksatif bulk yang memiliki cara kerja yang sama dengan obat pencahar.

Laksatif bulk bekerja dengan cara meningkatkan intensitas air pada feses agar lebih besar dan lunak sehingga mudah dikeluarkan. Hal; ini telah dibuktikan melalui studi penelitian berjudul The Effect of Psyllium Husk on Intestinal Microbiota in Constipated Patients and Healthy Controls.

8. Menangani masalah diare

Tidak hanya konstipasi atau sembelit, psyllium husk membantu menyelesaikan masalah pencernaan lainnya, misalnya diare. Seperti yang kita tahu, diare adalah buang air besar dengan tekstur encer sebanyak 3 kali atau lebih dalam sehari.

Studi penelitian berjudul Fiber Supplement and Clinically Proven Health Benefits: How to Recognize and Recommend and Effective Fiber Therapy menjelaskan bahwa psyllium dapat meringankan diare yang kamu alami dengan memadatkan feses dan memperlambat perjalanan feses melalui usus besar.

Psyllium Husk untuk Asam Lambung, Valid Kah?

vitameal

Dewasa ini, angka terjadinya asam lambung terbilang tinggi yaitu sekitar 30.154 kasus atau sekitar 4,9%. Kasus ini sama sekali tidak boleh dianggap remeh sebab dapat mengakibatkan efek yang sangat serius, bahkan kematian sekalipun.

Kebiasaan atau pola hidup yang tidak sehat menjadi salah satu penyebab utamanya. Makanan berlemak dan pedas merupakan dua jenis makanan yang harus dihindari.

Selain makanan, banyak yang penasaran apakah psyllium husk untuk asam lambung benar adanya?

Jawabannya adalah BISA.

Dalam jurnal penelitian berjudul Comparing the Effect of Psyllium Seed on Gastroesophageal Reflux Disease With Oral Omeprazole in Patients With Functional Constipation disebutkan bahwa penggunaan biji psyllium dapat meminimalisasi GERD kambuh apabila dibandingkan dengan omeprazole.

vitameal

Jadi, buat kamu yang menderita GERD atau ingin mendapatkan manfaat psyllium husk lainnya, pertimbangkanlah untuk mengonsumsi psyllium itu sendiri. Saat ini, sudah banyak produsen yang menjual psyllium husk untuk dicampurkan pada makanan, salah satunya adalah Vitameal.

Vitameal adalah sereal enak dan sehat yang dibuat dari bahan-bahan berkualitas dan tinggi gizi, seperti psyllium husk, multigrain, oat, susu kambing Etawa, buah-buahan, dan mixed berries. Di samping itu, stevia digunakan sebagai pemanis buatan yang dikenal sebagai zero calorie sweetener.

Nutrisinya tidak kaleng-kaleng, nih. Kamu bisa menemukan antioksidan, berbagai jenis vitamin, kalsium, zinc, karbohidrat, dan protein. Oh iya, Vitameal cocok buat kamu yang ingin sarapan sehat namun tetap praktis di tengah-tengah ke-hectic-an pagi hari.

Yuk, mulai hidup sehat dengan makan Vitameal setiap hari!

Vitameal, your tasty healthy meal!

Tinggalkan komentar

Index