7 Penyebab Berat Badan Naik saat Puasa, Apa Saja?

Bulan puasa adalah periode yang istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain sebagai waktu untuk meningkatkan spiritualitas dan mendekatkan diri kepada Tuhan, bulan puasa juga sering dijadikan kesempatan untuk menjaga atau bahkan menurunkan berat badan. 

Namun menjaga berat badan ideal selama bulan puasa bukanlah hal yang mudah. Tidak sedikit orang yang mengeluhkan berat badan naik saat puasa. Lalu apa penyebab berat badan naik saat puasa? Simak artikel ini sampai selesai ya.

Penyebab Berat Badan Naik saat Puasa

berat badan naik saat puasa 3

Memasuki bulan puasa tidak sedikit yang sudah merencanakan untuk diet supaya mendapat berat badan ideal saat lebaran. Meskipun puasa kegiatan menahan makan dan minum seharian, bukan berarti hal itu dapat membuat berat badan jadi mudah turun.

Justru banyak orang-orang yang mengalami berat badan naik saat puasa. Apa sih yang menyebabkan berat badan naik saat puasa?

Penyebab berat badan naik saat puasa, pada dasarnya, berkaitan dengan kebiasaan yang kurang sehat, seperti melewatkan sahur, tidur setelah makan sahur, mengonsumsi makanan yang tidak sehat dan berlebihan, hingga kurang tidur.

Baca Juga: Apakah Muntah Membatalkan Puasa? Ini Penjelasan Dan Jawabannya!

Supaya lebih paham, berikut penjelasan lebih rinci mengenai penyebab berat badan naik saat puasa. 

1. Melewatkan Waktu Sahur

Salah satu penyebab utama berat badan naik saat berpuasa adalah kebiasaan melewatkan waktu sahur. Beberapa orang mungkin berpikir bahwa dengan tidak makan sahur, mereka dapat menurunkan berat badan lebih cepat karena mengurangi asupan kalori.

Namun, anggapan ini keliru. Melewatkan sahur justru dapat membuat tubuh menjadi sangat lapar, meningkatkan nafsu makan saat berbuka, dan menyebabkan konsumsi makanan berlebihan.

2. Kebiasaan Tidur setelah Makan Sahur

Selain melewatkan sahur, kebiasaan tidur setelah makan sahur juga dapat menyebabkan berat badan naik saat puasa. Ketika seseorang tidur setelah makan sahur, kalori yang dikonsumsi tidak terbakar dengan efisien karena metabolisme tubuh berjalan lambat saat tidur.

Akibatnya, kalori tersebut akan disimpan sebagai lemak, yang pada akhirnya dapat menyebabkan penambahan berat badan.

3. Mengonsumsi Makanan Tidak Sehat dan Berlebihan

Makanan tidak sehat seperti makanan tinggi gula, makanan cepat saji, dan makanan berlemak sering kali menjadi pilihan setelah berbuka puasa.

Konsumsi makanan ini dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan. Selain itu, kebiasaan mengonsumsi makanan secara berlebihan saat berbuka juga dapat berkontribusi pada peningkatan berat badan karena puasa mengubah pola makan dan mempengaruhi nafsu makan.

4. Kurang Tidur

Kurang tidur juga merupakan faktor yang dapat menyebabkan berat badan naik saat puasa. Kurang tidur dapat memengaruhi produksi hormon ghrelin yang mengatur rasa lapar, meningkatkan nafsu makan, dan menyebabkan konsumsi makanan berlebihan.

5. Dehidrasi

Dehidrasi dapat meningkatkan nafsu makan seseorang selama puasa. Akibatnya, mereka mungkin makan dalam jumlah yang berlebihan saat sahur dan berbuka, yang pada akhirnya dapat menyebabkan peningkatan berat badan.

6. Kurangnya Aktivitas Fisik

Kurangnya aktivitas fisik juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan selama puasa. Banyak orang mungkin merasa lemas atau malas untuk bergerak karena efek dari menahan lapar dan haus. Namun, kurangnya aktivitas fisik dapat menghambat pembakaran kalori dan menyebabkan penumpukan lemak.

7. Perubahan Metabolisme Tubuh

Selama puasa, asupan kalori berkurang dan tubuh cenderung mengurangi laju metabolisme untuk menghemat energi. Hal ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan jika tidak diimbangi dengan olahraga yang cukup dan pola makan yang sehat.

Dalam rangka menghindari kenaikan berat badan saat puasa, penting untuk memperhatikan pola makan yang sehat, mengatur porsi makan, tetap terhidrasi, menjaga pola tidur yang baik, aktif secara fisik, dan memilih makanan yang bergizi selama bulan puasa.

Dengan mengikuti tips dan strategi ini, Anda dapat menjaga berat badan Anda tetap stabil dan sehat selama periode puasa.

Tips Agar Berat Badan Tetap Ideal Saat Puasa Ala Vitameal

berat badan naik saat puasa

Pada dasarnya, mencegah kenaikan berat badan selama puasa merupakan suatu hal yang dapat diantisipasi. Hal ini dapat dicapai dengan menerapkan gaya hidup yang sehat selama berpuasa. Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga berat badan selama puasa adalah sebagai berikut:

  • Memilih makanan sehat yang mengandung gizi seimbang saat sahur dan berbuka puasa.
  • Menyusun porsi makan dengan bijak saat sahur dan berbuka puasa untuk menghindari konsumsi yang berlebihan.
  • Tetap menjaga aktivitas fisik yang rutin. Pastikan untuk memilih waktu dan jenis olahraga yang sesuai selama berpuasa. Anda dapat melakukan olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang selama minimal 30 menit setiap harinya.
  • Memastikan tubuh mendapatkan istirahat dan tidur yang cukup.
  • Memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan baik. Salah satunya dengan menerapkan metode 2-4-2, yaitu minum 2 gelas air putih saat berbuka, 4 gelas air putih pada malam hari, dan 2 gelas air putih saat sahur.
  • Menghindari kebiasaan tidur setelah makan sahur yang dapat memperlambat metabolisme tubuh.
  • Menghindari konsumsi makanan yang tinggi gula, garam, dan lemak yang berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan.

Dengan menerapkan langkah-langkah ini secara konsisten, Anda dapat mencegah kenaikan berat badan selama periode puasa dan menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Untuk mendukung tips diatas, kamu juga memerlukan makanan yang membantu dalam menurunkan berat badan dengan sehat seperti Vitameal.

berat badan naik saat puasa

Vitameal merupakan sereal sehat dengan kombinasi serealia oat dan multigrain yang bagus untuk tubuh. Ada banyak manfaat Vitameal salah satunya membantu menurunkan berat badan. 

Supaya ibadah puasa dapat berjalan lancar tanpa hambatan dan berat badan ikut turun, maka disarankan untuk mengonsumsi Vitameal baik saat sahur atau berbuka.

Tak hanya itu saja, Vitameal juga mampu mengatasi gangguan pencernaan dan mampu menjaga kekebalan tubuh sehingga tidak mudah sakit selama puasa.

Tinggalkan komentar

Index