10 Mitos Diabetes Yang Harus Diluruskan dan Dipahami

Diabetes merupakan salah satu penyakit kronis yang paling banyak dibicarakan, namun sayangnya juga dikelilingi oleh berbagai mitos diabetes yang menyesatkan. Dalam artikel ini, kita akan mengungkap beberapa mitos diabetes paling umum dan menggantinya dengan fakta-fakta. 

Memahami kebenaran tentang diabetes bukan hanya penting bagi mereka yang mengidapnya, tetapi juga bagi siapa saja yang ingin menjaga kesehatan dan mencegah penyakit ini. Mari kita mulai dengan mengupas tuntas mitos diabetes yang seringkali membuat kita salah kaprah.

Pengertian Diabetes

Diabetes mellitus adalah sebuah kondisi kronis yang ditkamui oleh kadar gula darah yang tinggi. Penyakit ini terjadi ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif atau tidak menghasilkan cukup insulin. Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas dan berperan penting dalam mengatur kadar gula darah.

Masalah kesehatan ini juga bisa disebut sebagai gangguan metabolisme yang mempengaruhi cara tubuh memproses glukosa atau gula darah. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius, termasuk gangguan jantung, kerusakan saraf, gangguan penglihatan, dan masalah ginjal.

Macam-Macam Mitos Diabetes

Meskipun diabetes merupakan masalah kesehatan yang cukup serius, namun dikalangan masyarakat masih tersebar mitos diabetes yang dipercaya.

Bahkan sebagian orang meyakini jika mitos diabetes tersebut adalah benar. Adapun mitos diabetes yang banyak tersebar di masyarakat yaitu:

1. Diabetes Pasti Bergejala

Banyak orang percaya bahwa diabetes selalu menampakkan gejala. Padahal, tidak semua penderita diabetes mengalami gejala yang berat.

Ada kasus di mana gejala diabetes tidak begitu jelas atau samar sehingga sering tidak disadari. Itulah sebabnya, sekitar 25 persen penderita diabetes tidak menyadari bahwa mereka mengidap penyakit tersebut.

Untuk menghindari kesalahpahaman tentang diabetes, kenali gejala umum seperti mudah haus, sering buang air kecil, cepat lapar, dan penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan.

2. Terdapat Dua Jenis Diabetes, Yaitu Diabetes Basah dan Diabetes Kering

Sebenarnya, istilah diabetes basah dan diabetes kering tidak ada. Mitos diabetes ini tidak akurat dan tidak menggambarkan kondisi diabetes yang sebenarnya.

Namun, memang ada beberapa jenis diabetes yaitu diabetes melitus tipe 1, diabetes melitus tipe 2, diabetes gestasional (diabetes kehamilan), dan jenis diabetes lainnya.

3. Luka Sulit Sembuh Pasti Diabetes

Walaupun diabetes dapat membuat luka lebih sulit sembuh, itu bukan satu-satunya penyebab. Jika luka kamu sulit sembuh, perlu dilakukan pemeriksaan medis lengkap untuk mengetahui penyebab sebenarnya.

4. Orang Tua Diabetes, Anaknya Pasti Diabetes

Mitos diabetes ini tidak benar. Meskipun kamu memiliki orang tua dengan diabetes, bukan berarti kamu pasti akan mengalami hal yang sama. Penelitian menunjukkan bahwa diabetes bisa dicegah dengan pola hidup sehat, olahraga rutin, dan menjaga berat badan ideal, yang efektif mengurangi risiko diabetes.

5. Kebanyakan Minum Obat Diabetes, Bisa Menderita Sakit Ginjal

mitos diabetes

Ada anggapan bahwa konsumsi obat secara terus menerus dapat menyebabkan efek samping seperti masalah ginjal.

Mitos diabetes ini tidak benar. Tidak semua obat memiliki efek samping yang sama. Khusus untuk obat diabetes, jika tidak dikonsumsi secara teratur, kadar gula darah bisa tidak terkontrol, yang justru dapat menyebabkan masalah ginjal.

Oleh karena itu, penting untuk minum obat secara teratur dan kontrol ke dokter secara berkala.

6. Orang yang Kurus Aman dari Diabetes

Meski sebagian besar orang dengan diabetes tipe 2 adalah obesitas, namun ada juga yang berat badannya normal. Jadi, mitos bahwa orang kurus tidak bisa terkena diabetes adalah salah.

7. Semua Penyakit Diabetes Perlu Terapi Insulin

mitos diabetes

Tidak semua penderita diabetes tipe 2 memerlukan insulin untuk mengontrol gula darah. Kebutuhan terapi insulin tergantung pada kondisi masing-masing penderita.

Terkadang, obat lain, perubahan gaya hidup, dan olahraga cukup untuk mengelola diabetes daripada terapi insulin. Namun, seiring waktu, kebutuhan untuk insulin bisa berubah.

8. Tak Ada yang Bisa Dilakukan untuk Mencegah Diabetes

Mitos diabetes ini tidak benar. Jika kadar gula darah kamu lebih tinggi dari normal tapi belum mencapai diabetes, masih ada cara untuk mencegahnya. Gaya hidup sehat adalah kuncinya. Menurut CDC, tes darah rutin bisa mendeteksi prediabetes, memberikan kesempatan untuk mencegah perkembangan diabetes.

9. Semua Penyakit Diabetes Menjalankan Diet yang Sama

Mitos diabetes ini tidak benar. Tidak ada satu diet yang cocok untuk semua penderita diabetes. Setiap individu perlu berkonsultasi dengan dokter dan ahli gizi untuk menyusun menu makan yang sesuai dengan kondisi masing-masing.

Ada berbagai pola makan yang bisa membantu mengelola diabetes, termasuk diet Mediterania yang kaya akan biji-bijian, sayuran, lemak sehat, dan protein tanpa lemak.

10. Penyakit Diabetes Tidak Boleh Makan Gula Sama Sekali

Mitos diabetes ini tidak akurat. Penderita diabetes masih bisa mengonsumsi makanan manis, tetapi dengan pilihan dan porsi yang terukur.

Lebih baik memilih makanan sehat yang tidak diproses dan dalam porsi yang tepat. Disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli diet mengenai pola makan yang dapat membantu mengontrol kadar gula darah dalam tubuh.

Fakta Diabetes Yang Harus Diketahui

Selain mengetahui mitos diabetes, penting juga bagi kita untuk mengetahui fakta-fakta mengenai diabetes. Dikutip dari Halodoc, berikut fakta yang harus kamu ketahui tentang diabetes. 

1. Tidak Hanya Terjadi pada Orang Tua

Ada anggapan umum bahwa diabetes hanya menyerang orang tua atau mereka yang berusia lanjut. Kenyataannya, diabetes dapat dialami oleh siapa saja, termasuk anak-anak dan remaja.

Diabetes tipe 1, yang sering terjadi pada usia muda, melibatkan gangguan sistem kekebalan tubuh yang membuat tubuh tidak mampu memproduksi insulin secara cukup.

2. Perbedaan Antara Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2

Diabetes memiliki dua tipe utama: tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 terjadi karena kerusakan sel-sel pankreas yang menghasilkan insulin, sedangkan diabetes tipe 2 terjadi ketika tubuh tidak efektif menggunakan insulin.

Tipe 2 biasanya terkait dengan gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan buruk dan kurangnya aktivitas fisik.

Baca Juga: Mengenal Perbedaan Diabetes Tipe 1 Dan Diabetes Tipe 2

3. Diabetes Tipe 1 Bukan Karena Pola Makan atau Gaya Hidup

Seringkali disalah pahami bahwa diabetes tipe 1 disebabkan oleh pola makan atau gaya hidup tidak sehat. Faktanya, diabetes tipe 1 terjadi karena sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas yang memproduksi insulin.

Faktor genetik dan imunologi berperan dalam perkembangan penyakit ini, bukan perilaku atau pola makan.

4. Pengaruh Faktor Genetik

mitos diabetes

Selain gaya hidup, faktor genetik juga mempengaruhi risiko terkena diabetes. Jika ada riwayat diabetes dalam keluarga, risiko seseorang untuk terkena penyakit ini lebih tinggi.

Namun, dengan gaya hidup sehat dan memperhatikan faktor risiko, seseorang dapat mengurangi kemungkinan mengembangkan diabetes.

5. Memengaruhi Berbagai Organ Tubuh

Diabetes tidak hanya memengaruhi kadar gula darah tetapi juga dapat merusak berbagai organ tubuh lainnya. Penyakit ini bisa menyebabkan kerusakan pada mata (retinopati diabetik), ginjal (nefropati diabetik), saraf (neuropati diabetik), dan jantung (penyakit jantung koroner).

Oleh karena itu, penderita diabetes perlu mengelola kondisi mereka dengan baik dan rutin memeriksakan diri ke dokter.

6. Pencegahan Melalui Perubahan Gaya Hidup

Walaupun diabetes adalah penyakit kronis, banyak kasus diabetes tipe 2 yang bisa dicegah dengan perubahan gaya hidup yang sehat.

Mengadopsi pola makan seimbang, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, dan menghindari merokok serta konsumsi alkohol berlebihan dapat mengurangi risiko diabetes.

7. Diabetes Bisa Menyebabkan Komplikasi Serius

Diabetes, terutama jika tidak terkelola dengan baik, dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius yang mempengaruhi hampir semua bagian tubuh.

Penyakit ini bisa menyebabkan masalah mata dan kebutaan, penyakit jantung, stroke, masalah saraf, kehilangan anggota tubuh, penyakit ginjal, bahkan kematian. Oleh karena itu, penting untuk mencegahnya sebelum berkembang menjadi kondisi komplikasi yang serius.

Atasi Masalah Diabetes dengan Vitameal

Diabetes merupakan salah satu penyakit yang menyerang banyak kalangan dari muda hingga usia lanjut. Oleh karena itu penting untuk menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah datangnya diabetes. Pola hidup sehat bisa kita mulai dengan mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi, seperti Vitameal. 

Vitameal adalah daily meal nutrition (sereal sehat) dengan kombinasi fiber kompleks (serealia oat dan multigrain) sebagai sumber karbohidrat dan protein rendah kalori yang diperkaya dengan serat Psyllium Husk serta vitamin dan extra antioksidan yang bersumber dari mixed berry (raspberry, cherry, anggur hijau, dan blueberry). 

Vitameal memiliki kandungan gula yang rendah dan rendah allergen dengan penggunaan susu kambing sehingga Vitameal aman dikonsumsi setiap hari. Vitameal bisa berperan sebagai pendamping pola makan sehat untuk memulai hidup sehat serta mengurangi resiko penyakit kronis yang disebabkan pola hidup yang tidak sehat.

Tinggalkan komentar

Index