8 Penyebab Diabetes Pada Anak, Orang Tua Harus Tau!

Diabetes merupakan salah satu penyakit metabolik yang mempengaruhi bagaimana tubuh memproses glukosa (gula darah).

Kondisi ini memengaruhi jutaan orang di seluruh dunia termasuk anak-anak dan dapat memiliki dampak serius terhadap kesehatan jangka panjang jika tidak ditangani dengan baik.

Dalam artikel ini kita akan mengetahui penyebab diabetes pada anak dan gejalanya. 

Pengertian Diabetes

Diabetes terjadi ketika tubuh tidak dapat menghasilkan atau menggunakan insulin dengan efektif. Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas dan diperlukan untuk membantu glukosa masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi.

Ketika proses ini terganggu, glukosa tetap berada dalam darah, menyebabkan peningkatan kadar gula darah.

Jenis-Jenis Diabetes

Umumnya ada tiga jenis diabetes yang harus diketahui, yaitu:

1. Diabetes Tipe 1

Pada diabetes tipe 1, sistem kekebalan tubuh menyerang dan merusak sel-sel yang memproduksi insulin di pankreas. Ini menyebabkan kekurangan insulin dalam tubuh. Penyebab pasti diabetes tipe 1 belum sepenuhnya dipahami, tetapi faktor genetik dan lingkungan diyakini memainkan peran.

2. Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 terjadi ketika tubuh tidak merespons insulin dengan baik (resistensi insulin) atau tidak dapat menghasilkan cukup insulin untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Faktor risiko untuk diabetes tipe 2 termasuk obesitas, kurangnya aktivitas fisik, pola makan yang tidak sehat, dan faktor genetik.

3. Diabetes Gestasional

Diabetes gestasional terjadi pada wanita hamil yang sebelumnya tidak memiliki diabetes. Perubahan hormonal selama kehamilan dapat menyebabkan resistensi insulin, yang mengakibatkan peningkatan kadar gula darah. Diabetes gestasional meningkatkan risiko komplikasi baik pada ibu maupun bayi.

Diabetes Pada Anak

Tidak hanya pada orang tua saja, saat ini banyak anak-anak yang sudah terkena diabetes. Diabetes pada anak adalah gangguan metabolisme yang bersifat kronis dan berpotensi mengganggu perkembangan mereka.

Terdapat dua jenis diabetes yang umum terjadi, yaitu DM tipe-1 dan DM tipe-2. DM tipe-1 umumnya disebabkan oleh faktor genetik dan autoimun, sedangkan DM tipe-2 berkaitan dengan gaya hidup tidak sehat dan kelebihan berat badan.

Biasanya, diabetes yang terjadi pada anak adalah DM tipe-1, namun tidak menutup kemungkinan mereka juga dapat mengalami DM tipe-2. Berikut adalah beberapa penyebab diabetes pada anak:

1. Ketidakproduksian insulin

Penyebab utama diabetes pada anak tipe 1 adalah pankreas yang tidak menghasilkan cukup insulin karena sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel penghasil insulin secara keliru.

2. Faktor genetik

Faktor utama penyakit diabetes pada anak adalah faktor genetik. Jika orang tua atau saudara kandung menderita diabetes, anak memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mewarisi penyakit ini.

3. Ras

Di Amerika Serikat, DM tipe 1 lebih umum terjadi pada anak-anak dengan ras kulit putih. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa ras Asia juga memiliki risiko tertentu untuk terkena penyakit ini.

4. Infeksi virus

Beberapa virus tertentu dapat memicu kerusakan pada sel-sel islet, yang mengurangi produksi insulin.

5. Obesitas

Anak yang mengalami obesitas memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan DM tipe-2 karena resistensi insulin.

6. Pola Makan yang Tidak Sehat

Konsumsi makanan atau minuman yang tinggi gula dan lemak, serta daging merah atau olahan, dapat meningkatkan risiko diabetes pada anak.

Baca Juga: 5+ Komplikasi Diabetes Melitus yang Perlu Diwaspadai Sejak Dini

7. Kurangnya Aktivitas Fisik

Diabetes Pada Anak

Anak-anak yang kurang beraktivitas fisik cenderung memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes, terutama jika mereka cenderung menggunakan gadget sebagai hiburan.

8. Kelahiran Prematur atau Berat Badan Rendah

Bayi yang lahir prematur atau dengan berat badan rendah memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan DM tipe-2.

Gejala Diabetes Pada Anak

Gejala diabetes dapat bervariasi, tergantung pada jenisnya dan seberapa tinggi kadar gula darahnya. Beberapa gejala umum yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Sering merasa haus dan lapar
  • Sering buang air kecil, terutama di malam hari
  • Penurunan berat badan yang tidak diinginkan
  • Kelelahan dan kelemahan
  • Penglihatan kabur
  • Penyembuhan luka yang lambat
  • Kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki

Sedangkan gejala diabetes pada anak-anak cukup berbeda. Adapun gejala diabetes yang umumnya dialami oleh anak-anak yaitu:

1. Sering Merasakan Haus dan Sering Buang Air Kecil

Ketika kadar gula darah berlebihan, tubuh akan mengeluarkannya melalui urine, menyebabkan anak sering buang air kecil atau bahkan mengalami inkontinensia. Kehilangan cairan tubuh ini akan membuat anak merasa haus secara berlebihan, yang mengakibatkan konsumsi cairan yang lebih banyak dari biasanya.

2. Nafsu Makan Meningkat

Diabetes pada anak akan mengalami kesulitan dalam memperoleh energi karena gangguan produksi atau kerja insulin. Akibatnya, mereka sering merasakan lapar dan makan dalam jumlah yang lebih banyak untuk mencukupi kebutuhan energinya.

3. Penurunan Berat Badan

Diabetes Pada Anak

Meskipun mengonsumsi makanan lebih banyak dari biasanya, anak dengan diabetes akan mengalami penurunan berat badan.

Hal ini disebabkan oleh kurangnya pasokan energi dari glukosa, yang menyebabkan penurunan massa otot dan lemak. Penurunan berat badan yang tidak diinginkan ini seringkali menjadi tanda awal diabetes pada anak.

4. Kelelahan atau Kelesuan

Diabetes Pada Anak

Anak-anak yang mengalami diabetes cenderung terlihat lebih lelah atau lemah karena kekurangan energi di dalam tubuh. Mereka mungkin tetap merasa lelah meskipun telah makan dalam jumlah yang cukup.

5. Gangguan Penglihatan

Peningkatan kadar gula darah akibat diabetes dapat menyebabkan pembengkakan saraf mata, yang dapat mengakibatkan gangguan penglihatan atau penglihatan yang kabur.

6. Luka atau Infeksi yang Sulit Sembuh

Kadar gula darah yang tinggi membuat proses penyembuhan luka menjadi lambat dan juga membuat anak lebih rentan terhadap infeksi. Hal ini dapat membuat luka sulit sembuh dan memperpanjang masa penyembuhan.

7. Perubahan Warna Kulit

Resistensi insulin dapat menyebabkan perubahan warna kulit, terutama di daerah-daerah seperti ketiak dan leher. Kondisi ini dikenal sebagai akantosis nigrikans.

Selain gejala-gejala tersebut, anak yang menderita diabetes juga mungkin menunjukkan tanda-tanda lain seperti sering rewel atau menangis, napas yang berbau seperti buah, dan ruam di area popok.

Pengobatan Diabetes Pada Anak

Penanganan diabetes pada anak harus disesuaikan dengan jenis diabetes yang dialami. Untuk menetapkan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik serta tes gula darah dan tes autoantibodi diabetes untuk mengidentifikasi apakah anak mengidap diabetes tipe 1 atau tipe 2.

Jika anak didiagnosis dengan diabetes tipe 1, dokter akan meresepkan terapi insulin untuk mengatur kadar gula darah. Sedangkan jika anak mengalami diabetes tipe 2, dokter akan memberikan obat-obatan antidiabetes. Meskipun demikian, terapi insulin juga dapat diberikan pada kasus diabetes tipe 2 yang lebih parah.

Selain itu, dokter juga akan menyarankan orang tua untuk mengatur pola makan anak dan mendorong anak untuk beraktivitas fisik secara teratur.

Penundaan dalam penanganan diabetes dapat mengakibatkan berbagai komplikasi serius yang berpotensi membahayakan kesehatan anak. Oleh karena itu, penting untuk segera membawa anak ke dokter anak jika mereka memiliki risiko tinggi atau menunjukkan gejala diabetes.

Atasi Masalah Kadar Gula Darah Tinggi dengan Vitameal

Vitameal adalah daily meal nutrition (sereal sehat) dengan kombinasi fiber kompleks (serealia oat dan multigrain) sebagai sumber karbohidrat dan protein rendah kalori yang diperkaya dengan serat Psyllium Husk serta vitamin dan extra antioksidan yang bersumber dari mixed berry (raspberry, cherry, anggur hijau, dan blueberry). 

Vitameal memiliki kandungan gula yang rendah dan rendah allergen dengan penggunaan susu kambing sehingga Vitameal aman dikonsumsi setiap hari. Vitameal bisa berperan sebagai pendamping pola makan sehat untuk memulai hidup sehat serta mengurangi resiko penyakit kronis yang disebabkan pola hidup yang tidak sehat.

Tinggalkan komentar

Index