Diabetes Lada: Pengertian, Penyebab, Gejala dan Pengobatannya

Diabetes lada adalah salah satu bentuk diabetes yang mungkin kurang dikenal oleh banyak orang. Meskipun tidak seumum diabetes tipe 1 atau tipe 2, pemahaman tentang kondisi ini sangat penting karena dapat memiliki implikasi serius terhadap kesehatan seseorang.

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi segala sesuatu yang perlu diketahui tentang diabetes lada. Mulai dari pengertian dan penyebab, hingga gejala, komplikasi, dan metode pengobatan yang efektif. 

Pengertian Diabetes

Diabetes Lada

Diabetes adalah sebuah kondisi kronis yang ditandai oleh kadar gula darah yang tinggi. Penyakit ini terjadi ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif atau tidak menghasilkan cukup insulin. Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas dan berperan penting dalam mengatur kadar gula darah.

Masalah kesehatan ini juga bisa disebut sebagai gangguan metabolisme yang mempengaruhi cara tubuh memproses glukosa atau gula darah. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius, termasuk gangguan jantung, kerusakan saraf, gangguan penglihatan, dan masalah ginjal.

Baca Juga: 10 Cara Mencegah Diabetes Melitus yang Bisa Diterapkan Sejak Dini

Umumnya ada 3 jenis diabetes yang diketahui oleh orang-orang yaitu:

1. Diabetes Tipe 1

Diabetes lada

Tipe 1 terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan sel-sel beta pankreas yang memproduksi insulin.

Akibatnya, tubuh kehilangan kemampuan untuk menghasilkan insulin. Jenis ini umumnya muncul pada masa anak-anak hingga remaja, dan penderita memerlukan insulin injeksi setiap hari untuk menjaga kadar gula darah mereka dalam batas normal.

2. Diabetes Tipe 2

Tipe 2 adalah bentuk yang lebih umum dan terjadi ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif, atau tidak menghasilkan cukup insulin.

Faktor risiko termasuk kelebihan berat badan, kurangnya aktivitas fisik, usia tua, dan riwayat dalam keluarga. Untuk menurunkan gejala diperlukan perubahan gaya hidup, obat-obatan oral, atau insulin, tergantung pada tingkat keparahan.

3. Diabetes Gestasional

diabetes lada

Gestasional terjadi selama kehamilan ketika tubuh tidak dapat memproduksi insulin yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tambahan selama masa kehamilan.

Meskipun kondisi ini umumnya hilang setelah persalinan, wanita yang mengalami diabetes gestasional berisiko mengembangkan diabetes tipe 2 di kemudian hari.

Namun selain jenis diatas ada satu jenis diabetes yang jarang orang tau, namun memiliki dampak yang cukup serius bagi kesehatan. 

Apa Itu Diabetes Lada

Diabetes lada, atau latent autoimmune diabetes of adults, adalah jenis diabetes yang sering ditemukan pada orang dewasa berusia 35 tahun ke atas.

Dikenal juga sebagai diabetes tipe 1,5, ini adalah penyakit metabolik yang terjadi ketika sel beta di pankreas rusak dan ada resistensi terhadap hormon insulin. Meskipun lada adalah jenis diabetes yang jarang, penting untuk tetap waspada terhadap kondisi ini.

Secara umum, diabetes adalah kondisi yang menyebabkan peningkatan kadar gula darah (glukosa) dalam tubuh. Pada diabetes ini, tubuh membentuk antibodi yang memengaruhi kemampuan pankreas untuk memproduksi insulin, hormon yang mengatur kadar gula darah.

Pada tahap awal, penderita lada mungkin tidak memerlukan terapi insulin karena pankreas masih bisa memproduksi hormon tersebut. Hal ini sering menyebabkan lada disalahartikan sebagai diabetes tipe 2.

Menurut Diabetes and Metabolism Journal, lada ditemukan pada 2-12% dari semua kasus diabetes di seluruh dunia. lada adalah kondisi yang bersifat progresif, yang berarti dapat memburuk seiring waktu.

Penyebab Diabetes Lada

Diabetes Lada
Diabetes Lada

Diabetes tipe 1,5, atau lada, adalah gangguan autoimun di mana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang dan merusak sel beta pankreas yang sehat.

Faktor genetik memainkan peran penting dalam kondisi ini, sehingga individu dengan riwayat keluarga diabetes tipe 1,5 memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya.

Mirip dengan diabetes tipe 1, pada lada, pankreas tidak dapat memproduksi hormon insulin secara normal. Namun, jika penderita lada juga mengalami obesitas, risiko resistensi insulin meningkat.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami lada meliputi:

  • Obesitas
  • Terlahir dengan berat badan rendah (BBLR)
  • Jarang berolahraga
  • Stres berlebih atau masalah psikososial lainnya
  • Riwayat keluarga dengan penyakit autoimun
  • Kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, dan mengonsumsi minuman manis secara berlebihan

Gejala Diabetes Lada

Gejala lada bisa sangat bervariasi dan beberapa penderita mungkin menunjukkan gejala yang mirip dengan diabetes tipe 1 dan tipe 2. Beberapa gejala umum diabetes ini atau diabetes tipe 1,5 adalah:

  • Sering merasa haus (polidipsia)
  • Meningkatnya frekuensi buang air kecil (poliuria), terutama di malam hari
  • Rasa lapar berlebihan (polifagia)
  • Penurunan berat badan tanpa alasan jelas
  • Kelelahan
  • Luka dan memar pada tubuh yang memerlukan waktu lebih lama untuk sembuh
  • Kesemutan, mati rasa, atau nyeri di tangan dan kaki
  • Penglihatan kabur

Komplikasi Pada Diabetes Lada

Jika diabetes tipe 1,5 tidak ditangani dengan baik, pasien dapat mengalami berbagai komplikasi kesehatan, seperti:

  • Kerusakan ginjal
  • Gangguan mata dan penglihatan
  • Kerusakan saraf yang menyebabkan nyeri dan mati rasa di tangan atau kaki
  • Penyakit jantung dan pembuluh darah
  • Ketoasidosis diabetik

Komplikasi paling serius dari diabetes ini adalah ketoasidosis diabetik, yang terjadi ketika sel-sel tubuh membakar lemak untuk energi, menghasilkan keton. Keton adalah asam yang dapat berbahaya jika jumlahnya berlebihan dalam tubuh.

Pengobatan Diabetes Lada

Diabetes Lada

Tujuan pengobatan diabetes lada adalah untuk mengontrol gula darah serta mencegah atau memperlambat komplikasi dengan menjaga fungsi sel pankreas.

Dokter mungkin akan memberikan suntikan hormon insulin kepada pasien. Selain itu, dokter juga dapat meresepkan obat antidiabetik seperti DPP-4 inhibitors dan glucagon-like peptide-1 receptor agonists untuk membantu memperlambat kerusakan sel pankreas.

Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi vitamin D bersama insulin atau DPP-4 inhibitor dapat memperbaiki kontrol gula darah dan menjaga fungsi sel beta. Selain pengobatan medis, perubahan gaya hidup sangat disarankan, seperti:

  • Diet seimbang
  • Membatasi konsumsi gula harian hingga tidak lebih dari 50 gram per hari
  • Menjaga berat badan ideal
  • Berolahraga atau melakukan aktivitas fisik secara rutin
  • Menghindari rokok dan minuman beralkohol

Atasi Masalah Diabetes dengan Vitameal

Diabetes merupakan salah satu penyakit yang menyerang banyak kalangan dari muda hingga usia lanjut. Oleh karena itu penting untuk menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah datangnya diabetes. Pola hidup sehat bisa kita mulai dengan mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi, seperti Vitameal. 

Vitameal adalah daily meal nutrition (sereal sehat) dengan kombinasi fiber kompleks (serealia oat dan multigrain) sebagai sumber karbohidrat dan protein rendah kalori yang diperkaya dengan serat Psyllium Husk serta vitamin dan extra antioksidan yang bersumber dari mixed berry (raspberry, cherry, anggur hijau, dan blueberry). 

Tinggalkan komentar

Index