7 Cara Mengelola Stres Agar Berat Badan Tidak Naik, Dan Badan Tetap Ideal Dengan Vitameal

Stres adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern yang sibuk. Baik itu tekanan pekerjaan, masalah pribadi, atau tantangan sehari-hari, stres dapat berdampak signifikan pada kesehatan fisik dan mental kita.

Namun, cara kita merespons dan cara mengelola stres dapat membuat perbedaan besar dalam kualitas hidup. Memahami cara mengelola stres tidak hanya membantu mengurangi dampak negatifnya, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan secara keseluruhan. 

Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi berbagai cara mengelola stres yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari perubahan pola makan, kebiasaan tidur, hingga aktivitas fisik dan teknik relaksasi. Dengan pendekatan yang tepat, kita dapat menghadapi stres dengan lebih tenang dan produktif, serta menjalani hidup yang lebih sehat dan bahagia.

Hubungan Stres dengan Kenaikan Berat Badan

Stres adalah respon alami tubuh terhadap situasi yang dianggap mengancam atau menantang. Namun, ketika stres menjadi kronis, ia dapat berdampak negatif pada kesehatan fisik, termasuk mempengaruhi berat badan. Berikut adalah beberapa cara utama dimana stres dapat menyebabkan kenaikan berat badan:

1. Hormon Kortisol dan Penyimpanan Lemak

Ketika seseorang mengalami stres, tubuh melepaskan hormon kortisol sebagai bagian dari respons “fight or flight”. Kortisol meningkatkan kadar glukosa dalam darah dan mempersiapkan tubuh untuk situasi darurat. Namun, kortisol juga memiliki efek samping yang kurang diinginkan yaitu peningkatan nafsu makan dan penyimpanan lemak, terutama di area perut.

2. Nafsu Makan yang Meningkat

Cara Mengelola Stres

Stres kronis dapat mengubah pola makan seseorang. Banyak orang cenderung mencari kenyamanan pada makanan ketika mereka merasa stres, sering kali memilih makanan tinggi gula, lemak, dan kalori. Proses ini dikenal sebagai “emotional eating” atau makan emosional, yang dapat menyebabkan peningkatan berat badan.

3. Gangguan Tidur

Stres sering kali menyebabkan gangguan tidur atau insomnia. Kurang tidur dapat mempengaruhi hormon yang mengatur nafsu makan, yaitu leptin dan ghrelin. Leptin, yang menekan nafsu makan, akan menurun, sedangkan ghrelin, yang merangsang nafsu makan, akan meningkat. Akibatnya, seseorang akan merasa lebih lapar dan cenderung makan lebih banyak, yang berkontribusi pada kenaikan berat badan.

4. Aktivitas Fisik yang Berkurang

Saat mengalami stres, seseorang mungkin merasa terlalu lelah atau tertekan untuk berolahraga atau melakukan aktivitas fisik. Kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan penurunan metabolisme dan pembakaran kalori, sehingga berkontribusi pada penambahan berat badan.

5. Perubahan Metabolisme

Stres kronis dapat mempengaruhi metabolisme tubuh. Studi menunjukkan bahwa stres dapat memperlambat metabolisme, yang berarti tubuh akan membakar lebih sedikit kalori dibandingkan biasanya. Dengan demikian, meskipun pola makan tidak berubah, seseorang bisa tetap mengalami kenaikan berat badan.

6. Peningkatan Insulin

Stres kronis juga dapat menyebabkan peningkatan kadar insulin dalam darah. Insulin adalah hormon yang membantu tubuh menyimpan glukosa sebagai lemak. Kadar insulin yang tinggi akan mendorong tubuh untuk menyimpan lebih banyak lemak, terutama di area perut.

Baca Juga: 12 Minuman Diet yang Ampuh Turunkan Berat Badan, Mudah Dicari!

Cara Mengelola Stres Agar Berat Badan Tidak Naik

Cara mengelola stres setiap orang berbeda-beda. Namun tidak sedikit juga menjadikan makanan sebagai pelarian saat stres. Oleh karena itu penting untuk mengetahui cara mengelola stres dengan baik dengan mengikuti kebiasaan berikut ini:

1. Konsumsi Biji-bijian Utuh

Cara Mengelola Stres

Mengonsumsi biji-bijian seperti almond dapat meningkatkan kadar hormon serotonin, yang bertanggung jawab untuk meningkatkan suasana hati. Kandungan magnesium dalam almond membantu merilekskan otot-otot tubuh.

2. Konsumsi Makanan yang Mengandung Lemak Sehat

Sekitar 60% otak kita terdiri dari lemak. Makanan yang mengandung lemak sehat dapat menjaga kesehatan otak dan membantu mencegah stres. Asam lemak omega-3 dalam makanan tertentu juga berfungsi sebagai antidepresan dengan merangsang produksi serotonin, yang memperbaiki komunikasi antara sel-sel otak. Contoh makanan berlemak sehat adalah salmon, alpukat, walnut, kacang tanah, biji-bijian, dan minyak zaitun.

3. Berhenti Melakukan Diet Ketat

Jika diet kamu membatasi asupan karbohidrat dan lemak, ini bisa meningkatkan stres. Sebaiknya, jangan lakukan diet ketat tersebut, tetapi gantilah dengan makanan yang sehat dan seimbang.

4. Tidur yang Cukup

Tidur yang cukup sangat penting untuk mengelola stres. Stres sering menyebabkan kurang tidur, yang dapat mempengaruhi pola makan.

Kurang tidur meningkatkan keinginan untuk mengonsumsi permen, makanan berkarbohidrat, dan berlemak. Tidur kurang dari 5 jam per malam dapat meningkatkan senyawa inflamasi yang terkait dengan penyakit jantung dan menghambat penurunan berat badan.

5. Berolahraga Secara Teratur

Olahraga rutin dapat mengurangi stres dan meningkatkan senyawa kimia otak seperti serotonin, dopamin, dan endorfin, yang membantu meningkatkan suasana hati dan kenyamanan. Saat merasa stres, berolahragalah.

6. Bernapas dengan Baik

Teknik pernapasan yang benar dapat membantu merilekskan tubuh. Bernapas dengan pelan dan dalam adalah cara sederhana untuk mengatasi stres harian. Luangkan waktu untuk rileks dan bernapas dengan benar saat stres agar pikiran menjadi tenang dan kembali fokus.

7. Kenali Gejala Stres

Cara Mengelola Stres

Penting untuk mengenali gejala stres yang dialami. Ada dua jenis stres: akut dan kronis, dengan stres kronis sering menyebabkan masalah kesehatan. Beberapa gejala stres termasuk tekanan darah tinggi, insomnia, kecemasan, depresi, dan nyeri tubuh. 

Jangan abaikan gejala-gejala ini akui bahwa kamu sedang mengalami stres dan segera ambil langkah untuk memperbaiki keadaan. Dengan mengetahui gejalanya, kamu akan lebih mudah mengerti cara mengelola stres yang benar. 

Cara Menjaga Berat Badan Tetap Ideal dengan Vitameal

Selain mengetahui cara mengelola stres dengan baik untuk menjaga berat badan, kamu juga bisa mengonsumsi sereal alami yang enak dan bernutrisi seperti Vitameal.

Vitameal adalah daily meal nutrition (sereal sehat) dengan kombinasi fiber kompleks (serealia oat dan multigrain) sebagai sumber karbohidrat dan protein rendah kalori yang diperkaya dengan serat Psyllium Husk serta vitamin dan extra antioksidan yang bersumber dari mixed berry (raspberry, cherry, anggur hijau, dan blueberry). 

Vitameal memiliki kandungan gula yang rendah dan rendah allergen dengan penggunaan susu kambing sehingga Vitameal aman dikonsumsi setiap hari. Vitameal bisa berperan sebagai pendamping pola makan sehat untuk memulai hidup sehat serta mengurangi resiko penyakit kronis yang disebabkan pola hidup yang tidak sehat.

Itulah beberapa cara mengelola stres yang bisa kamu terapkan. Dengan mengetahui cara mengelola stres, maka akan sangat berdampak terhadap berat badan kamu.

Tinggalkan komentar

Index