Apakah Ibu Hamil Boleh Puasa Menurut Pandangan Islam? Simak Penjelasannya!

Apakah ibu hamil boleh puasa? Ini pastinya menjadi pertanyaan banyak wanita terutama ibu hamil. Lalu bagaimana pandangan dalam islam mengenai hukum puasa bagi ibu hamil? Supaya paham, simak artikel ini hingga selesai ya.

Puasa merupakan ibadah yang dilakukan oleh umat Islam selama kurang lebih 30 hari pada bulan Ramadhan.

Hukum puasa bagi umat Islam adalah wajib dan apabila ditinggalkan tanpa sebab yang jelas hukumnya wajib menggantinya. Lalu bagaimana dengan ibu hamil? Apakah ibu hamil boleh puasa?

Apakah Ibu Hamil Boleh Puasa Ramadhan?

Apakah ibu hamil boleh puasa
Apakah Ibu Hamil Boleh Puasa Ramadan?

Apabila dilihat secara medis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ibu hamil saat akan melakukan ibadah puasa.

Baca Juga: 11 Tips Puasa Sehat Ala Rasulullah, Yuk Terapkan!

Namun perlu diperhatikan juga, saat berpuasa maka ibu hamil tidak akan mengonsumsi makanan lebih dari 12 jam yang berisiko janin dan ibu kekurangan nutrisi sekaligus energi.

Ada baiknya sebelum melaksanakan puasa, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu untuk memastikan kondisi ibu dan janin dalam keadaan optimal.

Selama dokter mengatakan jika kandungan sehat dan diperbolehkan untuk melaksanakan puasa, maka ibu hamil bisa berpuasa. Namun ibu hamil juga harus memastikan bahwa kebutuhan nutrisinya dapat tercukupi saat berbuka dan sahur. 

Sehingga pertanyaan apakah ibu hamil boleh puasa Ramadhan, secara medis jawabannya boleh. Dengan syarat jika kondisi ibu dan janin sehat dan tidak ada masalah yang serius.

Golongan yang Diperbolehkan Tidak Puasa Ramadhan

Lalu bagaimana dengan pertanyaan apakah ibu hamil boleh puasa menurut Islam? Sebelum mengetahui jawaban dari pertanyaan apakah ibu hamil boleh puasa menurut pandangan islam, ada baiknya kamu mengetahui terlebih dahulu golongan orang-orang yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa, seperti:

1. Anak Kecil

Untuk anak-anak yang belum baligh atau dewasa diperbolehkan untuk meninggalkan puasa. Ciri-ciri anak laki-laki yang sudah baligh yaitu keluar mani dan bagi anak perempuan yaitu keluarnya darah haid. 

Namun jika sudah berusia lebih dari 12 tahun dan belum muncul tanda-tanda tersebut, hukumnya wajib puasa.

2. Sakit

Seseorang yang sedang sakit tidak wajib menjalankan ibadah puasa, terutama jika kondisinya sudah parah. Begitu pun jika saat sudah berpuasa namun tiba-tiba sakit maka puasa boleh dibatalkan.

3. Orang Gila

Salah satu syarat sah puasa adalah berakal. Orang gila merupakan orang yang sudah kehilangan akalnya. Golongan ini tidak wajib melaksanakan ibadah puasa. Jika berpuasa, maka ibadah puasa tidak sah.

4. Lansia

Orang tua yang sudah lanjut usia atau berumur maka tidak diwajibkan melaksanakan ibadah puasa, terutama jika orang tua yang memiliki riwayat kesehatan yang cukup serius. 

5. Musafir

Apakah ibu hamil boleh puasa

Musafir adalah orang yang dalam perjalanan jauh. Dianggap musafir apabila melakukan perjalan dengan jarak tidak kurang dari 84 km. Orang dengan golongan ini diperbolehkan tidak melakukan ibadah puasa.

6. Haid

Haid adalah kondisi saat wanita mengeluarkan darah. Wanita yang sedang haid hukumnya haram melaksanakan puasa dan wajib mengganti hutang puasa tersebut di bulan lain. 

7. Nifas 

Nifas adalah proses pemulihan setelah melahirkan. Dengan kondisi ini wanita tidak diwajibkan berpuasa dan hukumnya haram. Golongan ini wajib mengganti hutangnya di bulan lain.

8. Ibu Hamil dan Menyusui

Ibu yang sedang hamil atau menyusui tidak diwajibkan untuk menjalani ibadah puasa. Namun dengan catatan jika ibu merasa khawatir keselamatan dan kesehatan dirinya maupun bayi dalam perutnya. Namun jika sang ibu merasa baik-baik saja dan menurut dokter aman bagi keselamatan ibu serta bayinya, maka boleh menjalani ibadah puasa.

Apakah Ibu Hamil Boleh Puasa Menurut Islam

Selain dari medis, beberapa juga menanyakan apakah ibu hamil boleh puasa menurut islam? Dalam islam terdapat ketentuan hal yang membahas boleh tidaknya meninggalkan puasa bagi ibu hamil.

Ada penjelasan yang membahas mengenai pertanyaan apakah ibu hamil boleh puasa atau tidak. Setidaknya ada dua kondisi terkait wajib atau tidaknya ibu hamil berpuasa di bulan Ramadhan. 

Pertama, ibu hamil tidak wajib berpuasa jika khawatir dengan kondisi fisiknya atau kondisi kandungannya. Dengan kondisi ini, maka ibu harus membayar puasa dengan mengqadhanya. 

Kedua, ibu hamil tidak wajib berpuasa karena hanya khawatir terhadap kondisi kandungannya. Jika seperti itu, maka wajib mengqadha dan membayar fidyah sekaligus. 

Dari penjelasan diatas kita mendapat jawaban dari pertanyaan apakah ibu hamil boleh puasa menurut islam.

Dapat disimpulkan jika puasa bagi ibu hamil adalah wajib. Namun kewajiban tersebut gugur jika ia memiliki prasangka apabila berpuasa dapat membahayakan kesehatannya dan keselamatan janinnya.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kondisi ini dapat diperkuat lagi dengan hasil pemeriksaan pada dokter kandungan dan tidak menerka-nerka sendiri. Lalu bagaimana dengan hamil muda? Apakah diperbolehkah puasa?

Apakah Hamil Muda Boleh Puasa?

Hamil muda berada pada trimester pertama saat usia 0 hingga 12 minggu. Pada fase inilah terjadi proses pembentukan organ tubuh dan otak sehingga membutuhkan banyak nutrisi dari ibu untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya.

Saat masih di trimester pertama secara medis sebaiknya tidak melaksanakan ibadah puasa terlebih dahulu. Sebab janin dalam kandungan membutuhkan asupan nutrisi yang berasal dari makanan yang dikonsumsi ibunya. 

Ciri-Ciri Ibu Hamil Tidak Boleh Puasa

Ada beberapa ciri-ciri pada ibu hamil yang seharusnya tidak melakukan puasa yaitu:

1. Mual dan Muntah

Apakah Ibu Hamil Boleh Puasa

Beberapa wanita saat sedang hamil akan mendapat respon tubuh seperti mual dan muntah. Saat berpuasa ibu hamil juga akan mengalami dehidrasi yang bisa disertai dengan mual dan mentah. 

Terlalu sering muntah akan mengganggu asupan makanan serta nutrisi bagi ibu dan janin. Kondisi ini juga akan membuat ibu tidak bertenaga sebab tidak adanya kalori yang dibakar menjadi energi.

2. Mimisan

Mimisan merupakan kondisi yang umum terjadi pada wanita hamil sebab adanya perubahan hormonal dan peningkatan aliran darah ke seluruh tubuh. Mimisan pada ibu hamil akan menyebabkan hilangnya cairan yang meningkatkan risiko dehidrasi.

3. Pergerakan Janin yang Berkurang

Saat memasuki trimester 2 dan 3, ibu harus waspada jika pergerakan janin berkurang. Hal ini harus segera dikonsultasikan ke dokter sebab sangat mungkin adanya masalah kesehatan pada janin.

Manfaat Puasa Bagi Ibu Hamil

Dalam kondisi yang sehat, ibu hamil bisa menjalankan ibadah puasa. Ada beberapa manfaat puasa bagi ibu hamil seperti:

1. Menjaga Berat Badan Ideal

Apakah Ibu Hamil Boleh Puasa

Puasa bagi ibu hamil dapat membantu menjaga berat badan ideal. Puasa yang dilakukan dengan tepat dapat membantu nafsu makan ibu saat hamil. Puasa juga membantu proses pembakaran lemak alhasil berat badan tetap terjaga.

2. Menurunkan Risiko Diabetes Gestasional

Pada ibu hamil trimester 3 akan membantu menurunkan risiko diabetes gestasional. Alhasil kadar gula darah pada ibu hamil menjadi lebih terkontrol.

3. Menjaga Kesehatan Jantung

Puasa akan membantu menurunkan kadar kolesterol jahat. Dengan begitu kerja jantung dalam memompa darah keseluruh tubuh akan lebih optimal.

4. Membantu Proses Detoksifikasi

Puasa juga mampu membantu proses detoksifikasi tubuh. Saat lambung tidak mendapatkan asupan makanan, maka metabolisme akan bekerja dengan membuang sisa kotoran dari dalam tubuh.

Tips Puasa untuk Ibu Hamil

Untuk memperoleh manfaat optimal dari puasa bagi ibu hamil, disarankan untuk mengikuti beberapa pedoman berikut dengan seksama:

  • Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan cukup. Ini dapat dicapai dengan meningkatkan asupan air putih dan memakan buah segar saat sahur dan berbuka puasa.
  • Pilihlah makanan sehat yang mengandung nutrisi seimbang saat sahur dan berbuka, dengan komposisi 50% karbohidrat, 25% protein, 10–15% lemak sehat, serta vitamin dan mineral.
  • Tingkatkan konsumsi makanan tinggi serat untuk mencegah sembelit selama kehamilan.
  • Kurangi konsumsi kafein agar tidak mengalami dehidrasi dan masalah pencernaan selama berpuasa.
  • Hindari makanan atau minuman dengan kadar gula tinggi.
  • Batasi aktivitas fisik yang berat.
  • Jika mengalami mual atau gejala dehidrasi seperti pusing, kelelahan, atau urine berwarna gelap, hentikan puasa segera.

Itulah penjelasan mengenai pertanyaan apakah ibu hamil boleh puasa. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan jawaban apakah ibu hamil boleh puasa Ramadhan, maka jawabannya boleh dan wajib.

Namun kewajiban berpuasa akan gugur jika memiliki rasa khawatir terhadap kesehatan dirinya dan keselamatan janinnya. 

Tinggalkan komentar

Index