Apa itu Overeating? Berikut 5 Cara Menghentikannya, Harus Tahu!

Pola makan yang tidak sehat membuat kita overeating sehingga menyebabkan berat badan meningkat secara drastis.

Tak hanya itu saja, perilaku makan berlebihan juga berisiko mengundang berbagai macam penyakit. Lalu bagaimana cara menghentikan pola makan yang berlebihan ini?

Apa itu Overeating?

Jika kamu sedang menjalani program diet pastinya sudah sering mendengar istilah overeating, lalu apa itu overeating?

Overeating adalah perilaku seseorang yang makan secara berlebihan. Perilaku makan berlebihan sering dilakukan orang-orang bahkan saat sedang tidak dalam kondisi lapar. Jika perilaku ini menjadi kebiasaan, maka sangat berisiko meningkatkan berat badan dan terkena berbagai gangguan masalah pencernaan.

Perilaku makan berlebihan bersifat biologis, artinya saat pikiran stress tubuh akan memproduksi banyak hormon kortisol.

Hormon kortisol merupakan hormon yang memberi sinyal untuk makan. Jika hormon kortisol meningkat, maka keinginan makan akan meningkat juga. Hal inilah yang nantinya merujuk pada perilaku overeating.

Perlu diketahui jika makan berlebihan bukanlah perilaku yang baik. Sebab mengonsumsi makanan secara berlebihan dapat menyebabkan sakit perut, gangguan pencernaan, mengubah cara tubuh mengatur rasa lapar, peningkatan berat badan dan resiko penyakit lainnya.

Faktor Penyebab Overeating

Overeating

Tidak hanya disebabkan oleh hormon, makan berlebihan juga disebabkan beberapa faktor lainnya seperti kecepatan makan, waktu makan dan aktivitas yang dilakukan saat makan. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan berikut ini.

1. Makanan dengan Potongan Kecil

Overeating

Dalam sebuah penelitian mengatakan jika mengonsumsi makanan dengan potongan kecil dapat membuat tubuh ingin mengonsumsi lebih banyak makanan. Biasanya orang yang makan dengan potongan kecil secara tidak sadar akan menambah makanan secara terus-menerus sehingga kalori yang masuk kedalam tubuh lebih banyak.

2. Pengaruh Orang Sekitar

Dalam sebuah studi mengatakan jika porsi makan kita tergantung dari porsi makan orang lain. Artinya jika kita berkumpul dengan orang yang makannya banyak, maka sangat mungkin jika kita akan meniru porsi makan orang tersebut.

3. Pilihan Tempat Makanan

Dalam Jurnal Public Health Nutrition, mereka mengatakan jika porsi makanan juga dipengaruhi dari tempat makan.

Orang yang makan di luar cenderung akan lebih memesan banyak makanan. Porsi ukuran makanan juga menjadi salah satu alasan seseorang lebih banyak mengonsumsi kalori.

4. Olahraga Dianggap Tuntutan

Melakukan olahraga karena keterpaksaan atau dianggap sebagai tuntutan nantinya akan merasa lebih lelah dan mudah stres.

Hal ini justru membuat ingin terus makan manis karena merasa sudah melakukan sesuatu. Namun jika olahraga dianggap sebagai hal yang menyenangkan, maka keinginan untuk makan setelah olahraga akan menurun. 

5. Ukuran Piring

Mengonsumsi makanan menggunakan piring berukuran besar cenderung akan menciptakan kebiasaan makan secara berlebihan. Sebab biasanya orang akan menggunakan ukuran piring tersebut sebagai patokan porsinya.

Menggunakan piring berukuran besar akan lebih mungkin mengisi piring dengan berbagai macam jenis makanan, sehingga banyak kalori yang masuk.

6. Makan Terlalu Cepat

Makan cepat adalah salah satu faktor penyebab seseorang makan secara berlebihan. Jika seseorang makan cepat maka akan lebih banyak kalori yang masuk. Sebab makan cepat tidak memberikan kesempatan otak untuk memberi sinyal kenyang.

Baca Juga: 8 Tips Cegah Berat Badan Naik Usai Lebaran dari Pakar Gizi, Patut Dicoba!

Memahami Bahaya Overeating

Overeating bukanlah kebiasaan yang baik dan harus segera ditinggalkan. Sebab overeating berisiko meningkatkan masalah kesehatan seperti:

1. Menyebabkan Surplus Kalori

Makan berlebihan sangat memungkinkan menjadi penyebab surplus kalori dalam tubuh. Surplus kalori artinya asupan kalori yang masuk ke dalam tubuh sangat banyak dari yang dibutuhkan untuk pengeluaran energi dan fungsi metabolisme dasar. 

Apabila tubuh kelebihan kalori namun tidak seimbang dengan pengeluaran energi dari aktivitas dan kegiatan sehari-hari, maka sisa kalori tersebut akan tersimpan dalam tubuh menjadi lemak. Hal ini nantinya akan menyebabkan kenaikan berat badan.

2. Mengganggu Keseimbangan Energi

Makan berlebihan juga akan mengganggu keseimbangan energi yang dikonsumsi dan pengeluaran energi. Jika hal ini terjadi secara terus-menerus namun tidak diimbangi dengan olahraga atau pengeluaran energi yang cukup, maka bisa membuat tubuh kelebihan kalori yang meningkatkan berat badan. 

3. Penumpukan Lemak Tubuh

Kelebihan asupan kalori dapat meningkatkan penumpukan lemak dalam tubuh. Hal ini dapat membuat area paha, pinggul dan perut membesar akibat lemak yang menumpuk.

Makan berlebihan khususnya dari sumber olahan seperti gula, karbohidrat dan lemak yang tidak sehat akan meningkatkan resistensi insulin yang dapat meningkatkan berat badan. 

4. Gangguan Rasa Kenyang dan Lapar

Makan terlalu berlebihan akan menyebabkan gangguan rasa kenyang dan lapar. Jika ini dibiarkan nantinya akan meningkatkan asupan makanan dan kalori.

Mengonsumsi banyak makanan yang mengandung tinggi kalori akan membuat sinyal lapar terabaikan dan akan membuat tubuh tidak bisa mengatur nafsu makan dengan efektif. 

Cara Menghentikan Overeating

Melihat dampak buruk makan berlebihan seharusnya membuat kita sadar jika hal itu akan menyebabkan berbagai macam gangguan kesehatan bahkan peningkatan berat badan. Namun kamu tidak perlu khawatir, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menghentikan kebiasaan makan berlebih seperti:

1. Perbanyak Minum Air

Overeating

Terkadang rasa lapar hanyalah sinyal palsu yang diberikan tubuh. Oleh Karena itu, saat tubuh lapar jangan langsung makan namun cobalah untuk minum terlebih dahulu. Minum beberapa teguk air ternyata juga bisa menghilangkan rasa lapar atau keinginan ngemil loh. Tak hanya itu, perbanyak minum air juga bagus untuk kesehatan tubuh.

2. Makan Perlahan

Meskipun terlihat sepele, namun faktanya makan perlahan menjadi salah satu upaya supaya kota berhenti makan terlalu berlebihan. Makan perlahan akan memberikan waktu otak untuk mengirim sinyal kenyang. Perut membutuhkan waktu setidaknya 20 menit untuk memberitahu otak jika sudah kenyang. Dengan begitu, makan perlahan bisa membuat kamu terhindar dari makan berlebihan dan merasa kenyang lebih cepat.

3. Makan Teratur

Makan tepat waktu dan teratur dapat membantu kamu berhenti kebiasaan makan berlebihan. Jika kamu melewatkan waktu makan, maka secara tidak sadar kamu akan berlebihan di waktu makan berikutnya.

4. Kelola Stress

Overeating

Stress juga bisa menjadi penyebab kamu makan berlebihan. Saat sedang stress umumnya orang akan melampiaskan hal tersebut ke makanan. Secara tidak sadar akan mengonsumsi berbagai jenis makanan dalam satu waktu. Dibandingkan dengan makan, kamu bisa mengurangi stress dengan berolahraga, yoga, meditasi dan lain-lain.

5. Makan Makanan Favorit

Jika kamu sedang diet disarankan untuk tetap mengonsumsi makanan favorit. Sebab melarang diri sendiri untuk tidak makan makanan favorit dengan alasan diet, akan membuat kamu secara tidak sadar mengonsumsi makanan tersebut secara berlebihan di kemudian hari. 

Jaga Pola Makan Sehat dengan Vitameal

pola makan sehat ala vitameal

Menjaga pola makan sehat adalah tugas semua orang. Pola makan yang sehat akan menciptakan tubuh sehat bebas dari penyakit. Tidak hanya sayur dan buah saja, ada banyak jenis makanan sehat yang bisa kamu konsumsi seperti Vitameal. 

Vitameal adalah daily meal nutrition dengan kombinasi fiber kompleks sebagai sumber karbohidrat. Vitameal makanan sehat yang tinggi protein, serat, vitamin dan extra antioksidan. Vitameal juga memiliki kandungan gula yang rendah sehingga aman dikonsumsi setiap hari.

Cara mengkonsumsi Vitameal juga mudah. Cukup tuangkan 3 sendok makan Vitameal ke dalam gelas atau mangkuk. Setelah itu tambahkan 150 ml air panas kedalam gelas dan aduk rata. Konsumsi Vitameal secara rutin dan rasakan berbagai manfaatnya.

Tinggalkan komentar

Index