Oatmeal Kunci Diet Anti Gagal, Ini 9 Manfaat Oat Bagi Kesehatan Tubuh

Bagi orang Indonesia, nasi adalah makanan pokok yang wajib ada setiap hari di meja makan. Saking eratnya, ada ungkapan yang mengatakan bahwa “Belum makan kalau belum makan nasi”.

Bukan satu-satunya, sumber energi tidak melulu berupa nasi, lho. Ada sebagian orang yang pada akhirnya memilih sumber energi lain seperti oatmeal sebagai pengganti nasi agar tubuh senantiasa berenergi sepanjang hari.

Bagaimanapun, sebagian yang lain mempertimbangkan manfaat oat bagi kesehatan. Rasanya, informasi ini sudah menjadi rahasia umum, ya.

Yup, buat kamu yang penasaran mengenai serba-serbi oatmeal, kali ini kita akan mencoba menggali lebih dalam mengenai manfaatnya bagi kesehatan serta menguak kebenaran apakah makanan berat yang satu ini efektif dikonsumsi sebagai pengganti nasi.

Atau…. Justru sebaliknya?!

Untuk menghemat waktu, langsung saja yuk kita masuk ke sub-bab yang pertama!

Let’s gooooo!

Oatmeal Adalah

vitameal

Sedikit bernostalgia mengenai materi saat duduk di bangku SMA, perbedaan letak geografis mempengaruhi keberagaman budaya. Setiap daerah menciptakan budaya baru yang cenderung berbeda dengan daerah lainnya.

Budaya bukan hanya soal tarian, tradisi, maupun pakaian adat, kebiasaan makan pun dapat dikategorikan menjadi bagian dari budaya, contohnya makanan pokok.

Ketika kita membicarakan Indonesia, sudah jelas nasi menempati urutan nomor satu makanan pokok yang paling banyak dikonsumsi. Memiliki rasa yang netral dan sedikit manis, makanan pokok yang satu ini cocok dihidangkan bersama dengan aneka jenis sayuran dan lauk pauk.

Meski menempati urutan pertama, nasi bukanlah satu-satunya makanan pokok yang dikonsumsi masyarakat Indonesia, lho. Pertimbangan ini disesuaikan dengan kebudayaan masing-masing daerah serta selera masyarakat itu sendiri.

Salah satu makanan yang kerap kali dijadikan sebagai pengganti nasi adalah oatmeal. Namun, tahukah kamu apa itu oatmeal?

Oatmeal adalah sereal menyerupai bubur yang terbuat dari biji-bijian utuh bernama oat (Avena sativa) yang utamanya tumbuh di daerah Eropa dan Amerika Utara.

Oat utuh merupakan satu-satunya sumber makanan dari avenanthramides (kelompok unik antioksidan) yang dikenal akan manfaatnya dalam mencegah penyakit jantung.

Tidak main-main, oat memiliki nutrisi lengkap yang membuat siapapun takjub. Menurut data dari U.S. Department of Agriculture, setiap 81 gram atau setara dengan 1 cangkir oat mentah mengandung nutrisi seperti:

  • Kalori: 307
  • Air: 8,7 gram
  • Karbohidrat: 54,8 gram
  • Serat: 8,1 gram
  • Gula: 0,8 gram
  • Protein: 10,7 gram
  • Lemak: 5,3 gram

What’s more, oatmeal mengandung vitamin dan mineral seperti mangan, tembaga, zat besi, selenium, fosfor, zinc, magnesium, vitamin B, serta berbagai jenis antioksidan seperti asam ferulat, asam fitik, dan avenanthramides.

Manfaat Oat

vitameal

Terbiasa dengan nasi, mengonsumsi oatmeal mungkin sedikit terasa aneh. Teksturnya yang lengket menyerupai bubur dan rasanya yang hambar, membutuhkan sedikit tips and tricks agar dapat menikmati oatmeal dengan lebih mindfulness.

Kendati demikian, mempertimbangkan manfaat oat bagi kesehatan mungkin menjadi motivasi tersendiri, terutama bagi mereka yang mendambakan tubuh yang sehat. Ini adalah manfaat oat bagi kesehatan yang perlu kamu catat.

Baca Juga: Multigrain, Superfood dengan 5 Manfaat Utamanya Bagi Kesehatan

1. Penuh nutrisi

Bisa dikatakan, komposisi nutrisi pada oat terbilang seimbang. Oat merupakan sumber karbohidrat dan serat yang apik. Bahkan, dalam sebuah studi berjudul Clinical and Physiological Perspectives of β-Glucans: The Past, Present, and Future disebutkan bahwa oat mengandung beta-glucan.

Tidak hanya itu, oat diperkaya dengan vitamin, mineral, protein, asam amino esensial, serta senyawa tumbuhan antioksidan. Jadi, nutrisi oat sudah tidak diragukan lagi, bukan?

2. Kaya akan antioksidan

Seperti yang sudah kita bahas sedikit pada sub-bab sebelumnya, oatmeal kaya akan antioksidan yang membawa banyak kebaikan bagi tubuh kita, salah satunya adalah polifenol.

Luar biasanya lagi, ada sebuah kelompok unik antioksidan yang paling terkenal di dalam oat yaitu avenanthramides. Jenis antioksidan ini hampir hanya ditemukan pada oat. marvelous! 

Terkait manfaat avenanthramides, ada sebuah jurnal penelitian berjudul Anti-Hypertensive Herbs and Their Mechanism of Action: Part II yang menyimpulkan bahwa oat mampu menurunkan tekanan darah dengan meningkatkan produksi gas oksida nitrat.

Dalam upaya menurunkan darah, molekul gas oksida nitrat memperlebar pembuluh darah sehingga darah mengalir lebih baik. Selain itu, avenanthramides memiliki efek anti gatal dan anti inflamasi, lho.

3. Mengandung serat larut

Salah satu jenis serat larut bernama beta-glucan (β-Glucans) ditemukan dalam jumlah yang banyak pada oat. Di dalam tubuh, sebagian beta-glucan larut dalam air dan menciptakan larutan tebal menyerupai gel pada usus.

Belum banyak yang tahu, adapun beberapa manfaat beta-glucan bagi tubuh, seperti:

  • Meningkatkan pertumbuhan bakteri baik pada saluran pencernaan
  • Menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan respon insulin pada tubuh
  • Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
  • Mengontrol penyakit diabetes tipe 2

4. Menurunkan kadar kolesterol

Penyakit jantung masih “betah” menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian utama di dunia. Tingginya kadar kolesterol darah menjadi salah satu risiko utamanya.

Di sinilah beta-glucan memainkan perannya. Antioksidan yang satu ini membantu meningkatkan pelepasan empedu yang mengandung banyak kolesterol sehingga kadar kolesterol dalam darah mengalami penurunan.

Oat juga mencegah LDL, atau yang sering disebut dengan kolesterol jahat, mengalami oksidasi, di mana oksidasi terjadi ketika LDL bereaksi terhadap radikal bebas. Perlu kamu tahu, proses tersebut berkaitan dengan perkembangan penyakit jantung.

LDL berisiko mengakibatkan peradangan pada arteri, meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung, serta memicu kerusakan jaringan.

5. Baik untuk penderita diabetes

Diabetes merupakan penyakit kronis yang hingga kini belum ditemukan obatnya. Penyakit semacam ini sebisa mungkin harus dicegah perkembangannya agar tidak menimbulkan berbagai macam komplikasi.

Ditandai dengan kenaikan kadar gula darah, diabetes mengakibatkan penderitanya mengalami penurunan sensitivitas pada hormon insulin.

Kabar baik, beta-glucan pada oat berperan penting dalam proses penurunan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2 maupun obesitas.

Efek ini berkaitan dengan gel tebal yang berasal dari larutan beta-glucan yang menunda pengosongan lambung serta penyerapan gula ke dalam darah. Ditambah lagi, beta-glucan mampu meningkatkan sensitivitas insulin, nih.

6. Membantu menurunkan berat badan

vitameal

Memiliki rasa yang lezat, menjadikan oatmeal menjadi menu sarapan juga cukup mengenyangkan sehingga kamu akan mengonsumsi lebih sedikit kalori dan menurunkan berat badan.

Beta-glucan pada oat juga mendukung pelepasan hormon yang diproduksi oleh usus  yang memberikan respon kenyang selama proses makan, bernama peptide YY (PYY).

7. Menjaga kesehatan kulit

Pantas saja oat sering dijadikan sebagai bahan pada produk skincare, ternyata oat terbukti dapat membantu menjaga kesehatan kulit, lho.

Oat halus atau yang disebut juga dengan oatmeal koloidal telah banyak digunakan untuk membantu mengatasi kulit gatal dan kering, serta membantu meringankan gejala permasalahan kulit, misalnya eksim.

8. Menurunkan risiko asma pada anak-anak

Asma adalah suatu peradangan pada jalan napas, lebih tepatnya pada tabung yang membawa udara ke dan dari paru-paru. Studi penelitian berjudul Vital Signs: Asthma in Children – United States, 2001-2006 memaparkan bahwa asma merupakan penyakit kronis yang umumnya menyerang anak-anak.

Dalam persoalan asma, peneliti mengatakan bahwa pemberian oat dapat dilakukan sejak bayi guna mencegah perkembangan asma pada anak-anak. Kendati demikian, kasus ini masih membutuhkan studi lanjutan untuk memperkuat klaim tersebut.

9. Mengatasi sembelit

Konstipasi atau yang lebih sering disebut dengan sembelit ditandai dengan sulitnya buang air besar akibat feses yang cenderung keras. Tidak pandang bulu, kondisi ini menyerang semua kelompok usia.

Dalam kaitannya pada manfaat oatmeal, studi menunjukkan bahwa kulit ari oat kaya akan serat yang membantu melegakan sembelit. Moreover, kulit ari oat terbukti meringankan gejala gastrointestinal bagi penderita kolitis ulseratif (UC).

Bolehkah Mengganti Nasi dengan Oatmeal?

vitameal

Menilik manfaat oatmeal bagi tubuh, sebagian orang bertanya-tanya apakah boleh mengganti nasi dengan oatmeal?

Ahli medis mengatakan bahwa sejauh ini belum ada satupun efek negatif yang ditimbulkan dari pengonsumsian oatmeal dalam jangka panjang. Sebaliknya, oat membawa banyak kebaikan bagi kesehatan.

But, ada satu poin yang perlu diingat yaitu jangan lupa untuk selalu memperhatikan keseimbangan nutrisinya, ya. Menambahkan bubur oatmeal dengan berbagai aneka sayuran dan sumber protein hewani seperti telur, ayam, ikan, dan lain sebagainya.

Selain itu, kamu juga dapat menikmatinya dengan selingan topping manis berupa buah-buahan, misalnya pisang, strawberry, blueberry, kiwi, maupun kacang-kacangan dan biji-bijian.

In conclusion, mengganti nasi dengan oatmeal sah-sah saja asalkan keseimbangan nutrisi terjaga dengan baik. Menjadikannya sebagai makanan pengganti nasi patut kamu pertimbangkan, nih.

vitameal

Nah, kalau kamu bingung harus mulai dari mana, kamu sebaiknya coba sereal enak dan sehat Vitameal. Sereal ini terbuat dari bahan-bahan pilihan dan berkualitas seperti oat, multigrain, psyllium husk, stevia, susu kambing Etawa, mixed berries, dan buah-buahan.

Vitameal membuktikan bahwa makanan sehat juga bisa enak, lho. Pun, ada manfaat bagi tubuh dapat kamu peroleh, seperti menjaga berat badan, menstabilkan kadar gula darah, menurunkan kadar kolesterol, sebagai sumber energi, menunjang kesehatan tulang, dan masih banyak lagi.

Ingin sehat tetapi ingin tetap makan enak?

Vitameal-in dulu aja!

Vitameal, your tasty healthy meal!

Tinggalkan komentar

Index